♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Jumat, 19 April 2013

Amin ... Amin




“Amin amin, kok bisa si teman-temanku pada penasaran sama kamu ?? padahal kamu kan biasa aja, iya sih kalau dari tampang oke lah, sebelas dua belas lah sama andi arsyil tapi mereka tidak tau aja kalau kamu itu tidurnya suka ngorok panjang gitu, aku aja ngeri dengernya” aku tersenyum sendiri sambil berbicara dengan diriku sendiri
 
“Temen-temanku pada penasaran sama kamu tuh, mereka semua nanyai kamu” jawabku sambil meneguk minuman yang ada di depan amin

“ahh serius ir ??” jawabnya penasaran sambil memandang kearahku

“Mulai deh GeeR nya keluar” jawabku sambil berjalan kearah dapur. Amin tetap mengikuti ku dari belakang

“kamu ngapain ngikuti aku ? udah kayak buntut aja ihh !!” jawabku marah.

“Diantara teman-temanmu itu ada gak seperti kriteria calon istriku ??” Tanya amin penasaran

“E-N-G-G-A-K, Enggak !!!” Jawabku ketus

“Masa’sih diantara mereka gak ada satu orang perempuan pun seperti yang aku inginkan ir??” jawabnya lagi semakin penasaran

“Memang gak ada ko, semua yang tanya tentang kamu itu rata-rata tidak berkerudung, ada sih yang berkerudung tapi kerudung yang diputer-puter dileher gitu, mau kamu ?” jawabku sambil meledeknya

“Kamu ga lupa kan sama kriteria istri idamanku ir ?” Tanyanya padaku

“Belum ada revisi kan ??” Jawabku bercanda

“Yang itu aja belum dapat” sungutnya padaku

Aku hanya tertawa geli melihat ucapannya.
Pernah sekali aku mengenalkannya dengan sahabatku,ta’aruf hari pertama berjalan mulus tanpa kendala begitu juga dengan hari kedua, ketiga hingga satu minggu menjalani ta’aruf tapi setelah seminggu menjalani masa ta’aruf akhirnya amin memberikan keputusan tidak setelah sore itu akhwat tersebut membuatkannya satu gelas kopi hangat untuknya. Sangat sepele bukan ? hanya karena satu gelas kopi hangat. Tapi yah kembali lagi setiap manusia memang harus memiliki impian, termasuk impian mencari calon istri yang sesuai dengan keadaan hati.

“Kamu taukan min bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini ? tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita miliki ??” tanyaku serius

“Iyah pahamlah ir, emang kenapa ? kriteria yang aku buat itu terlalu sederhana yah ?? jawabnya mulai bercanda

“iya sederhana, saking sederhananya hingga detik ini kamu belum juga menikah” jawabku dengan tawa khasku

“Iya, makanya kamu buruan dong carikan untukku”

“Kenapa ga cari sendiri ? bukannya teman-teman di kantormu banyak perempuan ? “ tanyaku lagi

“Iya, memang dikantor itu banyak perempuan, tapi yang sesuai kriteria tidak ada, mereka rata-rata tidak berkerudung, dan mereka pasti maunya pacaran, kamu tau kan aku paling anti dengan itu ? jawabnya menyakinkan

“Oke deh, aku akan usahakan untuk sepupu ku yang satu ini” lagi-lagi aku mencarikan akhwat untuknya !!.

“Hallo... amin, ada kabar baik untukmu” ucapku ketika telepon itu terangkat

“Kamu itu ya, kebiasaan ga pake salam” jawabnya sok bijak

“Hehehe, Assalamu’alaykum” jawabku

“Wa’alaykumussalam” jawabnya lagi

“Eh, ngomong-ngomong kabar baiknya apa ?” tanyanya penasaran 

“Aku udah nemuin akhwat sesuai pesanan mu, pokoknya yang ini komplit dan T-O-P lah” jawabku sumringah

“Alhamdulillah, Jadi kapan aku bisa lihat dia?” tanyanya penasaran

“Hmm, minggu depan sahabatku itu akan tidur dirumahku, aku akan coba melobinya agar akhwat itu juga bisa ikut bersamanya dirumahku, oke ga ide ku ?” jawabku

“Oke deh” jawabnya

***

Semua sesuai rencana, ba’da maghrib Ranti sahabatku datang dengan akhwat yang aku janjikan dengan amin. Ranti memang sering tidur dirumahku karena kita sering mengerjakan tugas bareng dan keesokkan  harinya bisa pergi liqo bareng, maka tak jarang kita sering bergantian tidur dirumah siapa. Tapi kali ini Ranti datang bersama Nana, akhwat yang aku ceritakan dengan amin.

“Ya udah, Ranti,  Nana kita makan malam dulu yuk, ummiku sudah masak banyak untuk kalian” ucapku sambil mempersilahkan mereka duduk untuk makan bersama.

Disisi lain ternyata amin sudah sampai dirumahku dengan gayanya yang khas, dengan kemeja dan celana yang sangat rapi, Sempurna !! Aku sengaja berdiri untuk membuka pintu, karena aku tau yang  mengetuk pintu adalah amin, karena sebelum ini kita sudah sms an.

“Nanti dimeja makan ada dua orang akhwat, nah akhwat yang ku maksud itu memakai kerudung warna merah maron yah, itu akhwat yang aku ceritakan padamu tempo hari” ucapku padanya

“Dia bisa membuat kopi hangat yang enak ga ?” tanyanya padaku 

“Gak tau, soalnya aku belum pernah minum minuman buatannya, tapi kata maya dia itu pintar masak jadi yah mungkin dia bisa buat kopi yang enak menurut kamu” jawabku

Amin masuk kedalam rumah dan segera bergabung dengan kami dimeja makan, amin juga berkenalan dengan kedua sahabatku, walau saling menunduk tapi aku yakin amin pasti melirik kearah Nana. Dasar Amin...

Tut... tut...

Satu pesan masuk kedalam handphoneku dan ternyata dari amin.
“Pandangan pertama sangat menyejukkan  hati, sepertinya dia jodohku deh, segera kamu urus yah ir, makasih irna 

Aku tersenyum membaca smsnya tanpa membalasnya.
Amin malam itu juga tidur dirumahku. Sebelum ini juga amin memang sering tidur dirumahku karena jarak kantor tempat ia bekerja lebih dekat dari rumahku ketimbang harus pulang kerumahnya.
Lelah seharian harus berkutat dengan tugas dikampus membuat kami bertiga terlelap dalam tidur. Alarmku pun berbunyi sekitar pukul 04.45 tanda waktu shubuh akan segera tiba, aku membangunkan Maya dan kami berdua terkejut ternyata Nana tidak ada ditempat dan pintu kamar kami terbuka lebar.

“Nana kemana may ?” tanyaku kepada maya

“Mungkin udah bangun duluan Ir” jawab maya sambil bergegas memakai kerudung dan kaos kakinya untuk segera turun dari tempat tidur

Tiba-tiba  handphoneku berdering tanda ada pesan masuk dan ternyata dari amin

“Ir, Nana kok tidur di ruang tivi ? tidur dibawah lagi, ada apa ??”

Mataku spontan melotot membaca sms dari amin dan segera aku bangkit dari tempat tidur dan menuju ruang tivi. Kujumpai sesosok akhwat yang tidak asing lagi bagiku dan maya “Nanaaa, kenapa tidur disitu ??” aku segera membangunkannya. Nana terbangun tanpa sadar apa yang sedang terjadi pagi itu.
Baru kuketahui dari maya bahwa nana memang memiliki kebiasaan jelek yaitu kalau tidur suka pindah tempat tanpa sadar apalagi kalau pintu kamar tersebut tidak terkunci dia bisa keluar kamar tanpa sadar, nana juga sudah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut tapi belum bisa dilakukan.
Aku didepan tivi bersama amin dengan mata sama-sama memandang kedepan tanpa tau apa yang sedang kami lihat.

“Gimana min ??” tanyaku membuka pembicaraan. Amin tidak menjawab tanyaku, dia masih diam seribu bahasa sambil tetap memandang kearah depan

“Aku tidak habis pikir, ko ada yah orang tidur seperti itu?” tanyanya kepadaku

“Itu namanya ngelindur min, itu sepertinya bawaan dari diri deh, bukan penyakit” jawabku sekenanya

“Tapi apa bisa sembuh ? kan ga lucu ketika aku terbangun dari tidurku tidak kutemui istriku disampingku, eh dianya ada di dapur  sedang tidur!!” jawabnya kecewa

“Kalau masalah sembuh, aku tanya deh sama kamu, ngoroknya kamu itu bisa sembuh ga ? sama aja ngorok sama ngelindur !!! kalau ngorok kamu bisa hilang, ngelindurnya nana juga pasti bisa hilang !!”Jawabku jengkel

“Aku sebenarnya sudah suka sama Nana ketika melihat kesholehannya, tapi tiba-tiba rasa itu hilang entah kemana semanjak kejadian semalam pagi” Jawabnya padaku

“Jadi, lagi-lagi kamu tidak ingin melanjutkan proses ta’aruf selanjutnya ?” tanyaku

“Bukan aku tidak mau, tapi aku mau menunggu dia sampai ngelindurnya itu bisa hilang, jika sudah bisa hilang, aku mau ta’arufan sama dia” jawab amin menunduk

“Ingat ya tidak ada manusia yang sempurna didunia ini” ucapku kuat-kuat padanya
Amin hanya mengangguk.
Aduh amin... amin... >,<

(diikutsertakan dalam lomba menulis online Pena Indhis tapi ga menang :D)

Khayrunnisa' Ash-shalihah

Selasa, 16 April 2013

Sudah Aksi Kah Anda Hingga Ia Telah Berpulang ?? #PeduliNyfara

Mungkin masih ada diantara kita yang bertanya, siapa nyfara ?? Nyfara adalah bayi berusia 7 bulan Yang mengidap penyakit Atresia bilier, salah satu dari 100 penyakit kelainan hati yang menyerang bayi pada umumnya. Nyfara Salsabila Siregar, putri pertama pasangan Muhammad Fajri Siregar dan Wenny Feblisyah yang lahir di tahun 2012 tersebut mengalami penyakit langka ini tinggal di Jalan Utomo No 6 Medan, Sumatera Utara

Begitu banyak bantuan yang masuk untuk #PeduliNyfara baik dari masyarakat Medan, maupun luar Medan seperti Pematang Siantar, Pekan Baru dan daerah lainnya. Sejak program donasi untuk gadis kecil ini dilakukan pada 27 Februari 2013 melalui Satu Hati Untuk Nyfara, Muhammad Fajri Siregar, ayah kandung Nyfara berhasil menghimpun dana Rp 517 juta dan terus di-update melalui website www.pedulinyfara.com. Program ini tidak hanya mendapat simpati masyarakat Sumut, bantuan juga mengalir dari berbagai daerah di Indonesia hingga Papua

lalu pertanyaannya, bagaimana dengan anda ?? Sudahkah anda berbagi dengan nya ? hal apa yang telah anda lakukan ?

“Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan seorang muslim dari kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat”
[Hadits Riwayat Muslim]

Allah lebih sayang Nyfara. Nyfara Salsabila Siregar Meninggal Dunia di Rumah Sakit Colombia Jalan Listrik Medan, Sabtu (13/3/2013) pukul 20.43 WIB. Jumlah Donasi terakhir yang diterima sebesar 781 juta (sudah termasuk biaya yang dikeluarkan untuk biaya perawatan Nyfara Selama di Singapore dan Medan)

Selamat Jalan Nyfara !!!

Khayrunnisaa' Ash-shalihah (Opini Publik DKP KAMMI UMSU)

Minggu, 24 Maret 2013

Coretan Untukmu Yang Nanti Bersamaku Dalam Hidup

Bersyukur hari ini kak, aku bersamamu.
Kau adalah sosok yang kurindukan menginjak 20 tahun usiaku pada saat itu

Aku tidak pernah berharap mendapatkan yang sempurna karena aku tau tak ada yang sempurna selain DIA, begitu juga denganmu kak.

Kakak memang tidak sempurna dan aku pun tak mungkin bisa merubahmu menjadi sempurna, setidaknya walau kakak tidak sempurna dimata orang-orang tapi dimataku kakak begitu ISTIMEWA :p

Yaa.... Sangat begitu istimewa, seistimewa senyumanmu setiap hari :D

Aku tak ingin menuntumu lebih karena tanpa dituntut pun kakak telah mengerti... bahkan sangat sangat mengerti

Terima kasih untuk hari-hari indah ini dan berharap selamanya :)

*Khayrunnisa' Ash-shalihah*

" Pangeran Payung "

Malam ini hujan turun lagi...
Jalanan, daun-daun, tiang-tiang listrik, seng rumah dan baliho-baliho tersiram karenanya

Hujan adalah berkah dari Tuhan, Aku teringat akan hujan tahun lalu. Hujan yang menjadi saksi antara aku dan kau yang tak lagi menyatu

Air itu seakan menjadi bentuk dari derasnya air mataku kala itu disenja sore.
Aku semakin mencintai hujan karena aku yakin ketika hujan datang menghampiriku, kau juga begitu. Aku melihatmu diantara hujan itu

2 Tahun telah berlalu tanpamu
2 Tahun bersama hujan-hujan sebagai penggantimu.

Kau ingat dibawah pohon mangga didepan gang kecil itu ? ditemani 2 malaikat-malaikat kecil dan 2 payung pelangi saat hujan mengguyur kita ??

Ahh.. Aku sangat merindukan sosokmu bila melihat kembali pohon mangga yang kini meninggalkan batangnya saja diderai hujan

Kau tau... setelah kepergianmu sore itu, rasanya sulit bagiku menemukan sosok 'pangeran payung' sekarang ini.

Apa karena aku terlalu menutup diri ?? atau karena aku telah memiliki mereka ?? 2 malaikat kecil pengganti dirimu, penghibur laraku, pengusir penatku dan segala nya dalam hidupku ?? Mungkin jawabannya Tidak.

Tapi kau tau kenapa ??
Karena kau tak terganti !!
Kau bukan hanya seorang pria dewasa, bukan hanya pria mapan dan bukan hanya seorang pria yang tampan. Bukan karena itu.. BUKAN !! 
Kau lebih dari itu, kau adalah 'pangeran payung' ku :) selamanya

Dan malam ini aku merindukan sosokmu ditengah hujan ini

Aku merindukan hadirmu dibawah rintikan hujan malam  ini !!!

*Jum'at Malam Ditemani Rerintikan Hujan Kota Medan*

Minggu, 10 Maret 2013

'Bidadari Kecil'

Kalau mendengar kata Bidadari yang ada dalam benak kita adalah keindahan fisik dan hatinya, keimanan, ketaqwaannya kepada Sang Pencipta, tinggal di langit dan mungkin dalam benak kita adalah seorang wanita yang bersayap mungkin hehehe
 
Tapi bidadari yang kumaksud disini bukan seperti ‘bidadari’ yang ada dalam benak orang kebanyakan, dia tidak bersayap dan dia tidak tinggal di langit melainkan dibumi bersamaku, dia adalah salah seorang yang amat kucintai dalam hidup

Dia hanyalah seorang perempuan berkulit agak putih, berambut panjang, berperawakan tinggi, supel, lucu, kalo ngomong suka nyeplos dan dibalik sikapnya yang kadang nyebelin dia menyimpan sebuah ‘berlian’ dalam hatinya, yaa hatinya sangat berkilau !!!

Dia adalah satu-satunya adik perempuanku, anak kedua dari tiga bersaudara yang sekarang sedang duduk di bangku SMA kelas tiga, (Sebentar lagi Tamat, semoga dimudahkan yah dek)
Aku terlupa kapan pertama kali dia mampu bersikap dewasa menyikapi masalahku yang membuat aku semakin mencintainya.

Diusianya enam belas tahun, dia sudah mampu membayar uang sekolahnya sendiri dengan cara mengikuti tabungan harian yang dibuatnya bersama teman-temannya, diusinya yang segitu dia bahkan telah mampu membelikan baju adik lelakiku dan diusianya yang segitu dia telah mampu membayar sebagian buku-buku pelajarannya. Jujur sewaktu aku seusia dia aku belum bisa berbuat demikian, aku masih bergantung pada ayah, masih bergantung pada uang ayah tanpa bisa menabung untuk keperluan sekolahku, bahkan ketika aku bekerja selama satu tahun pun aku belum mampu membelikan baju adik ketigaku yang bisa dibilang “ berapa sih harga baju anak usia 3 tahun kala itu ?“ 

Dia selalu bisa membantu ayah dalam menyelesaikan pekerjaan ayah, ayah punya beberapa kolam ikan, yang jika ikan itu di panen, bidadari kecil ini selalu membantu ayah, mengangkat ikan dengan cekatannya padahal dia seorang perempuan, jujur saja jika ayah sedang panen ikan, ayah jarang sekali memanggil ku, karena ayah tau aku bukan mengurangi beban malah buat beban karena aku kurang bisa membantu ayah dalam hal seperti itu tapi adikku bisa !!!

Tadi aku baru dapat sms dari dia “beib, uang masih adakan ??” dengan polosnya aku menjawab “Udah habis dek” lalu dia balas lagi “Aduh, jadi gimana kak ??” 

“Ga tau dek, aku juga bingung, apa aku pulang aja yah ?? apa aku ga usah kuliah aja yah ?? “ balas ku dengan nada agak-agak gimana gitu. Dan dengan dewasanya dia menjawab “ga boleh ngomong gitu kak, kakak harus bertahan disana, nanti aku telpon ayah bilang kalau kakak butuh uang, pokoknya apapun yang terjadi S1 kakak harus lulus!!!”

MasyaAllah, aku terharu membaca smsnya barusan, bener-bener bidadari kecil !!!

Tapi taukah kalian bahwa dia ternyata juga ‘iri’ padaku. Pernah suatu malam kita berdua dirumah sedang mama, ayah dan adik lelakiku pergi kerumah nenekku. Kami mencoba bermuhasabah berdua melihat keadaan rumah yang sedang tidak nyaman, yaa malam itu kita habis berantam dengan mama, biasalah masalah pekerjaan rumah dan kita berdua sangat-sangat menyesal, kita mencoba bermuhasabah sampai tidak terasa kita berdua menangis sampai membuat mata kita berdua bengkak. Disela muhasabah itu dia bilang “aku iri padamu kak, kakak begitu disayang ayah.... apa yang kakak minta selalu dituruti ayah, apa yang kakak mau selalu di kasih ayah, aku kadang benci lihat ayah !!! aku memang tak sepintar kakak dalam bidang akademik, tapi aku udah coba untuk berusaha pintar seperti kakak biar ayah juga bisa bangga padamu, memang aku tidak pernah dapat juara, tapi aku selalu mencoba jadi yang terbaik, tapi ayah gak pernah mandang itu, ayah selalu menomorsatukan kakak dalam bidang apapun, apa-apa kakak, semua-semua kakak” Ungkapnya sambil menangis tersedu.

Aku tak mampu menjawab semua ucapannya, aku gak tau mau jawab apa karena memang itulah keadaannya, memang ayah sangat menomorsatukan aku. Kenapa begitu ?? karena ayah yakin kalau kakak sukses, kakak pasti akan buat kalian sukses juga !!!

“Ntar kalau aku bisa masuk universitas negeri aku mau kuliah kak, menurut kakak gimana ?? tanyanya padaku sambil dengan bangga menunjukkan kartu SNMPTN nya !!! “ Ya udah kuliah, kakak akan usahakan kamu harus kuliah” jawabku menyemangatinya

“Tapi mama ga mau aku kuliah, gimana kak” tanyanya

“Udah tenang aja, pokoknya konsen dulu untuk UN nya, kalau udah lulus konsen sama SNMPTN nya, ntar Allah kasih rezeki ko, tenang aja” jawabku

“Tapi kalo aku ga masuk Negeri, aku mau kerja aja, ntar kalau aku udah kerja kan aku gajian, nah aku bisa bayar uang kos kakak, bisa bayar uang buku, bisa beli baju yang kita suka” jawabnya polos sambil tertawa padaku

Ya Allah, sebenarnya ini yang kakak siapa, yang adik siapa yah ?? aku malu dan ingin menangis rasanya.............


Dia bidadari kecilku...
Kakak selalu bermimpi engkau dek bisa mampu mengenakan pakaian Taqwa seperti yang kakak pakai sekarang, kakak selalu memimpikan engkau tampil dengan indah dan cantik bukan hanya dimata manusia tapi di mata Allah, kakak yakin dek, suatu saat nanti engkau juga bisa menutup auratmu, dan kakak yakin kamu pasti semakin cantik, kan kamu emang cantik dek kayak kakak hahahahaha :D


Engkau Bidadari Kecil yang Kurindu :)


Spesial to "Yulia Astuti Rangkuti" :*

Khayrunnisa' Ash-shalihah, 10 Maret 2013

Selasa, 19 Februari 2013

LAPTOP HADIAH TAHAJJUD


LAPTOP HADIAH TAHAJJUD
" Gimana dengan keuangan nya dek ?" tanya murabbi waktu tarbiyah pekan lalu
Aku hanya menjawab sambil ketawa "Biasa kak, awal bulan yang mengenaskan" Semua kawan kawan satu halaqoh tertawa lepas,
"Tenang saja, minta saja lagi sama Allah kalau habis, Allah pasti kasih" Jawab murabbi dengan senyum menghiasi bibir mungilnya
" Iya kak, insya Allah" Jawabku
"Gimana dengan ruhiyah dek ?? Sehat atau ?? " Sahut murabbi yang selalu menanyakan hal itu setiap kali pertemuan
"Alhamdulillah, semoga semakin istiqomah dari waktu ke waktu" Jawabku seadanya
" Lail nya gimana dek ?? sudah bisa bangun tanpa alarm ?? Tanya murabbiku
" Alhamdulillah sudah semakin terbiasa kak, walau alarm masih di aktifkan tapi sekarang sudah bisa bangun duluan dari alarm " jawabku sambil mesem-mesem
Ya begitulah aktivitasku saat ini, selain kuliah aku aktif mengaji agar ruhiyah tetap terjaga dan lebih mendapatkan banyak teman jadi tidak merasa kesepian selain itu tarbiyah bisa mendekatkan kita kepada Allah
                                                                  ***
"Ayah, kayak nya kakak butuh laptop sekarang yah, banyak tugas yang harus di selesaikan dengan laptop " kutekan tombol kirim setelah memasukkan nomor ayah sebagai tujuan pengiriman, selang  beberapa menit ada 2 pesan di terima yang masuk ke inboks hapeku, yang satu dari sahabatku dan yang satu dari ayah, aku lebih memilih untuk membuka inboks dari ayah terlebih dahulu,
"Iya, kakak sabar dulu, ayah akan usahakan laptop kakak tapi mungkin tidak bisa bulan ini kak, kakak bantu do'a yah agar ayah murah rezeki dan selalu sehat" Tak terasa bulir air mata menetes membaca pesan singkat itu
" Iyah, Aamiin, Semoga ayah di sana baik-baik saja yah, kakak do'akan ayah mendapatkan yang terbaik, oia shalatnya jangan tinggal loh yah " Pesan terkirim
                                                                ***
Aku tersentak bangun karena salah seorang kakak kost membangunkan aku untuk meminta kipas yang berada disamping bantal tidur ku, memang malam itu sangat lah panas. Kulirik jam di handphoneku dan ternyata sudah jam 02.45. Kulayangkan mataku keatas memandangi asbes yang gelap karena tidak ada cahaya di ruangan itu, guling kekanan, kekiri itu adalah aktivitas jika tidak bisa tertidur lagi.
Selesai berwudhu aku mulai bermunajat padaNya, curhat padaNya dan saling berbicara dengan bahasa yang aku sendiri tak bisa mendefiniskan, Dia terasa begitu dekat dengan ku dimalam malam sepertiga itu,
"Ya Allah, kasih ayah rezeki agar ayah bisa beli laptop untukku, agar ayah bisa bayar uang kuliahku dan agar ayah mampu memberi kami nafkah yang halal,"
"Ya Allah, Beri juga ayah semangat dalam hatinya, baik semangat iman dan islam agar ayah selalu dan semakin istiqomah dalam meraih Ridho Mu"
Semua do'a malam itu tercurahkan hanya untuk ayah.........
Tepat pukul 03.20 menit tiba-tiba handphoneku bergetar tanda ada yang menelpon, aku berdiri dari sujudku “siapa yang telpon malam-malam gini” gumamku dalam hati.
“Ha, Ayah…..”
“Assalamu’alaykum yah, ada apa ? Jawabku memulai pembicaraan
“tidak ada apa-apa, kakak lagi apa ? kenapa belum tidur ? Jawab ayah sangat lembut
“Iya baru selesai tahajjud” Jawabku
“Ohh, ayah baru mau bangunin kakak agar tahajjud juga”Jawab ayah
“Ayah sudah tahajjud belum “? Tanyaku penasaran
“Alhamdulillah baru selesai kak, ya sudah kakak tidur, besokkan kuliah” Jawab ayah
“Iyah ayah, ayah juga yah, kirim salam sama mama dan adik-adik yah, Wassalammu’alaykum” Balasku
“Wa’alaykumussalam Warahmatullah Wabaraktuh” Tut Tut Tut. Pembicaraan pun terpotong
Ada sedikit senang dalam hati mendengar ucapan ayah malam itu, “Ayah, semoga kita mampu istiqomah selalu dan selamanya ya yah”
***
“ Jika kita menolong agama Allah, maka ingatlah Allah akan menolong kita dan jika kita jalan mendekatkan diri kepada Allah maka Allah akan lari untuk mendekati kita” ingatlah itu janji Allah dan akan selalu ku ingat sampai kapan pun. Aktivitas kampus, organisasi dan tarbiyah pun semakin berjalan dengan lancer dan seimbang.
Tugas di kampus yang sangat banyak membuat aku memang harus pandai-pandai membagi waktu, memang di rumah kost ku itu aku mempunyai kakak-kakak kost yang semuanya memiliki laptop, tapi tidak enak rasanya jika aku harus meminjam setiap aku mengerjakan tugas, ini yang membuat aku harus lebih sering ke warnet untuk sekedar mengerjakan tugas kuliah ku, tapi semua kujalani dengan ikhlas
***
“ Kakak uangnya sudah dikirim sama ayah, kata ayah kakak beli sendiri laptop yang kakak mau, semoga uangnya cukup yah kak” Ku kucek-kucek mata ku sambil membaca pesan yang dikirim adik pagi-pagi buta
“Ya Allah, benarkah ?? Alhamdulillah”Gumamku dalam hati

“Syukron yah dek, katakan pada Ayah, insya Allah uangnya cukup” balasku
Alhamdulillah sekarang laptop sudah di tangan, semoga bisa lebih bermanfaat dari sebelumnya !!!!

Diikut sertakan dalam lomba menulis cerpen bareng ahmad rifai rifan tapi ga menang hahaha :D