♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Senin, 28 Februari 2011

^_SAHABAT_^

Mungkin persahabatan bukanlah sesuatu yang perlu digembar-gemborkan. Perlu dideklarasikan dengan kata-kata eksplisit, bahwa itu sebuah persahabatan. hanya saja saya merasa perlu menyatakan persahabatan versi saya dan menurut sudut pandang saya.


Persahabatan versi saya adalah saat senyum ramah menjadi pembuka suasana, saat perhatian menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, saat teguran menjadi keharusan ketika sahabatmu berbuat hal yang salah, saat rasa mau mengalah bukanlah hal yang sengaja dihindari, saat sikap egoistis menjadi musuh bersama, dan saat kerinduan menjadi puncak dari kehidupanmu sebagai seorang sahabat.karena Persahabatan itu memperhatikan

Persahabatan versi saya tentu bukan persahabatan yang tanpa amarah, bukan tanpa kata-kata yang menjengkelkan atau bahkan menyakitkan,tapi hanya menyatakannya dengan tujuan sahabatnya mau berubah,menjadi lebih baik tentunya. Persahabatan tentu diwarnai dengan berbagai pengalaman suka duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua itui tidak akan pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.karena Persahabatan itu menyayangi


Persahabatan versi saya juga ketika kita merasa ingin berbagi kisah,mau berkeluh kesah dan saling mendukung semua tanpa disertai tuntutan untuk membuat segalanya harus terbuka sama sekali,yang harus ada hanya komunikasi yang intens dan rasa pengertian yang semakin hari semakin dalam.karena Persahabatan itu menghargai

Persahabatan versi saya adalah kamu akan kebingungan ketika melihat sahabatmu berubah,kamu akan sangat merasa bersalah ketika belum meminta maaf atau belum memaafkan,kamu akan turut berduka ketika sahabatmu terluka, dan kamu ikut merasa bahagia ketika sahabatmu bahagia. karena Persahabatan itu merasakan.

Minggu, 27 Februari 2011

Belajar Dari Kegagalan

Belajar dari Kegagalan ukhtiy Anna Althafunnisa

Ia seorang muslimah, menutup aura...t dengan sempurna, cerdas, berpendidikan tinggi, mengerti banyak hukum agama, dari keturunan yang baik, tumbuh di lingkungan yang baik pula, berbaur dengan orang-orang shalih, kaya, tidak punya cacat fisik, bahkan tergolong wanita cantik. Lalu, apa lagi yang kurang?

Ya, begitulah gambaran dari Anna Althafunnisa, seorang tokoh utama dari novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih, yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul film yang sama pula. Dan yang seperti kita ketahui bersama, seperti halnya novelnya yang laris manis, film ini pun laku keras di pasaran. Kemudian tak lama setelahnya, sosok Anna Althafunnisa begitu melekat di benak para muslimah, mampu menjadi ikon tentang muslimah yang seharusnya. Setidaknya ini saya lihat ketika diamanahi mendampingi tiga puluh delapan muslimah masa peralihan dari belia ke dewasa yang sedang menjalani hidupnya di awal-awal semester kuliah.

Melihat kapasitas dan kualitas kemuslimahan Anna Althafunnisa dalam gambaran cerita tersebut, pantas saja kalau kemudian dalam angan, ia adalah sosok muslimah ideal masa kini. Namun ada yang menarik untuk dicermati dan diurai hikmahnya bersama. Bahwa seideal-idealnya muslimah, tetaplah ia wanita bumi yang sangat mungkin berbuat khilaf dan punya kekurangan di sana-sini di balik kelebihannya yang berlimpah. Pun pembahasan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan seseorang, tapi semoga mampu mengasah sikap kritis kita, agar tak selalu mengangguk setuju pada tokoh yang diidolakan.

Ada dua peristiwa bersejarah dalam hidup Anna yang menarik untuk dicermati, yaitu ketika prosesi khitbah dan penyebab perceraian dalam biduk rumah tangganya.

Dalam prosesi khitbahnya, kita dapati syarat Anna sebelum mengiyakan lamaran adalah, bahwa tidak adanya wanita lain kelak dalam rumah tangganya, alias ia menginginkan menjadi wanita satu-satunya dalam hati sang suami. Banyak muslimah yang 'terhipnotis' dengan pernyataan Anna, bahwa ia ingin seperti Fatimah dan Ibunda Khadijah yang tak pernah diduakan seumur hidupnya.

Tak ada yang salah dengan keinginannya ini, tapi jangan lupa, bahwa kita juga punya si cerdas Aisyah yang tetap bahagia dengan Rasullullah padahal ia bukan wanita satu-satunya dalam kehidupan beliau, kita punya panutan seperti Zainab, Hafsah, dan masih banyak lagi pribadi-pribadi luar biasa yang mampu menjalani takdirnya sebagai seorang isteri yang bukan satu-satunya.

Mungkin menjadi hal yang sangat wajar syarat itu diajukan oleh wanita biasa dan kebanyakan, tapi menjadi tidak wajar bahkan janggal bagi seorang muslimah putri Kyai yang tentunya sedari kecil telah tumbuh dengan didikan Islami seperti Anna. Di sinilah Anna telah gagal bersikap bijak sebagai seorang muslimah, karena pada kenyataannya ia yang telah banyak mengerti hukum agama yang seharusnya lebih bisa taat pada Allah dan RasulNya, bersikap seperti wanita pada umumnya. Maka wajarlah jika timbul pertanyaan logis, kalau seorang muslimah sekredibel Anna saja 'menolak' dipoligami, bagaimana dengan wanita pada umumnya?

Menarik pula apa yang diumpamakan Anna tentang sikapnya pada poligami, bahwa jika ia tidak menyukai jengkol dan tidak memakannya bukan berarti ia mengharamkan jengkol. Hal yang logis, tapi kurang tepat dijadikan perumpamaan. Karena yang sedang kita bicarakan ini berupa syari'at Islam. Dalam hal ini sama saja Anna mengatakan, bahwa ia tidak suka dipoligami, tapi bukan berarti ia mengharamkan poligami. Penegasan yang ingin disampaikan Anna di sini adalah bahwa poligami tetaplah halal, tapi ia tidak menyukainya.

Inilah yang perlu hati-hati kita telaah. Bagaimana mungkin seorang muslim/mah tidak menyukai apa yang pernah dilakukan oleh sang Nabi SAW, dimana kita sering mengaku berkiblat pada qudwahnya? Sementara bagian dari yang disebut sunnah adalah setiap perbuatan yang pernah dilakukannya. Sikap ini yang perlu kita pertegas, bahwa sebagai ummat Nabi SAW, kita penyuka sunnahnya. Tapi, bukan berarti setiap kita bisa dan mampu melakukan apa yang pernah dilakukan oleh sang Nabi SAW. Itulah salah satu hikmah yang bisa kita gali kenapa berhukum sunnah, bukan wajib.

Kembali ke pernyataan Anna, tentu saja akan lain maknanya jika Anna berkata bahwa ia tidak memakan jengkol karena dia tak tahan dengan baunya, dan khawatir juga baunya akan tercium ke orang di sekitarnya. Atau perumpamaan lain yang semakna, misalnya saya tidak makan rujak karena sekarang saya sedang sakit perut, saya tidak minum air es karena sekarang saya sedang pilek, atau saya tidak memakai warna hitam karena hari ini panas sekali.

Sejarah hidup Anna yang kedua adalah ketika ia mengetahui bahwa Furqan, suaminya, mengidap HIV. Yang dengan alasan inilah Anna meminta cerai. Sebuah hal yang halal memang, tapi dibenci oleh Allah SWT.

Diceritakan di situ, bagaimana Anna begitu marah, langsung kehilangan kepercayaan, dan ujungnya meminta cerai.

Mari kita bahas peristiwa ini dalam perspektif kehidupan muslimah ideal yang seharusnya sesuai dengan syari'at Islam.

Ketika seseorang marah karena mendapati dirinya telah dibohongi, itu hal yang wajar. Tapi bagi seorang Anna Althafunnisa, tentunya sudah hafal di luar kepala hadits Nabi SAW tentang perintah menahan marah. Kenapa ia tidak berupaya melakukannya? Melakukan kebajikan dengan cara menahan marah. Dan sangat mustahil Anna yang lulusan Al-Azhar Mesir itu tidak mengetahui kalau Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Di sinilah kita lihat ego dan nafsunya bermain dan menghalanginya untuk duduk, berbaring, wudhu, atau shalat daripada meluapkan kemarahannya.

Andai saja Anna dapat menahan amarahnya dan sedikit saja berlapang dada, mungkin perceraian itu tidak akan pernah terjadi dan cerita pun akan lain. Ia akan lebih bisa mendengar apa yang dikatakan sang suami, ia akan berupaya mengerti tentang posisi suami, bahkan mungkin dia akan bersikap sebaliknya, misalnya tetap memberi dukungan moral pada seseorang yang telah diangkat menjadi imamnya. Atau sebagai seorang 'partner' yang baik, ia akan tetap mengibarkan bendera optimis dengan mengatakan, "Coba kita cek lagi ke dokter, sangat mungkin kekeliruan terjadi pada saat pemeriksaan dulu, engkau orang baik dan suka memudahkan urusan orang lain, yakinlah Allah tak kan mendzalimimu."

Ya, andai saja Anna lebih mampu sedikit bersabar dan menunggu, maka perceraian itu tidak akan pernah terjadi. Karena dalam alur cerita selanjutnya, ternyata hasilnya negatif setelah Furqan memeriksakan diri. Namun sayang, bukan sikap seperti itu yang Anna lakukan. Padahal pada saat itu posisi Anna adalah seorang isteri. Isteri yang sangat tahu betapa mulianya kedudukan seorang Adam ketika ia telah menjadi seorang suami, sampai-sampai Nabi SAW pernah menyabdakan, jika diperbolehkan menyembah selain Allah, niscaya ia akan menyuruh setiap isteri menyembah suaminya. Lalu, isteri shalihah macam apakah yang lantang bernada tinggi penuh amarah ketika berbicara di depan suaminya?

Inilah sikap Anna yang perlu kita kritisi, bahwa selayaknya seorang muslimah tetap berupaya mengendalikan dirinya dalam keadaan apapun. Seperti halnya tetap berupaya taat pada semua perintah Allah SWT, dalam keislaman yang kaffah.

Ana Althafunnisa, seorang muslimah cerdas yang memiliki banyak hal lebih dalam dirinya, tetaplah manusia biasa. Namun, tak dapat dipungkiri, bahwa terlepas dari kekurangannya, ia tetap menjadi sosok wanita luar biasa yang patut diikuti sepak terjangnya dalam merunut hidup menjadi wanita seperti yang diinginkanNya. Banyak hal baik yang bisa kita gali dan teladani, bahkan apa yang ada padanya mampu dijadikan motivasi agar kita menjadi semakin lebih baik.

***

Suatu malam terjadilah sebuah dialog antara seorang mad'u dengan murabbiyahnya.
"Mbak, Anna Althafunnisa itu luar biasa ya, apa Sekar bisa menjadi seperti dia?"
"Tentu saja bisa, bahkan Sekar bisa melebihi dia."
"Bagaimana mungkin Sekar yang seperti ini melebihi Anna yang lulusan Al-Azhar?"


Justru itu, bedanya yang menjadi luar biasa, kalau Anna menjadi wanita shalihah itu adalah hal yang sangat wajar. Ia putri seorang Kyai,ia kuliah di Al-Azhar, ia begitu punya banyak fasilitas yang memudahkandirinya menjadi shalihah seperti itu. Tapi kalau Kita manjadi
seshalihah itu, Berarti kita jauh lebih luar biasa dari seratus anna althafunnisa


Sabtu, 26 Februari 2011

AA

Ya Allah,, bagai kan panah yang langsung mnusuk tepat dijantung ku,,sangat sakit,, rasa nya ingin nangiss saat ini juga,,

mmbaca status fb nya mmbuat ku ingin mnitik kan air mata ini,, sungguh hingga dtik ini pun aku masih mmikirkan nya
"Bersabar.....insyaALLAH...ku akan b'usaha utk m'nunaikanx di tahun ini...semoga Engkau memudahkan hamba yaa ALLAH...aamiin allahumma aamiin..."

Sesak mmbaca nya

Astagfirullah,, aku tau ini salah,, bahkan sangat salagh,, tapiiii hati gag bisa dibohongi,,
sudah kucoba utk mlupakan nya tapi ternyata sampai dtik ini pun q tak mampu mlupakan nya


Aku akan selalu mndoakan yang terbaik utk mu k',, sungguh aku bahagia atas bahagia mu,,


semoga semua keinginan mu tercapai,, Amiinn

Cantikk

Hari ini aku makin cantik, lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dari kemarin-kemarinnya lagi, Diriku juga ingin makin cantik, tidak hanya hari ini, tapi juga besok dan seterusnya, sampai menua bahkan saat harus mempertanggung jawabkan perbuatan di hari akhir nanti aku tetap ingin selalu cantik.


Ketika menatap diri di cermin mungkin tidak begitu cantik secara fisik, namun Allah memberikan kelengkapan fisik, lalu dirikupun tersenyum mensyukurinya dan aku terlihat cantik. Kulihat jeleknya diriku kalau cemberut, ah tidak.. aku ingin terus tersenyum betapapun getirnya hidup, betapapun rumitnya masalah, betapapun mendungnya dunia.


Disisi lain, aku bahagia ketika bisa mengendalikan diri, tidak larut dalam marah, tidak meledak dalam emosi tanpa kontrol. Menjadi pemaaf membuat kecerahan wajah tak memudar. Memaklumi segala karakter yang tak selalu berkenan di hati akan membuat dunia tetap indah apapun warnanya. Tak akan cepat tua Insya Allah karena otot-otot jauh dari ketegangan. Terus tersenyum apapun kondisi dan suasana hatinya. Seyum kan merupakan bentuk senam wajah yang simple namun membahagiakan tiap makhluk yang melihat ( makhluk halus termasuk gk ya.. he.. he..)

Duh.. pastinya semakin hari aku semakin cantik jika aku mampu mensyukuri segala yang ada didiriku dan mau bersabar atas segala rintangan yang menghalangi atau bersabar di setiap proses menikmati hidup apapun peristiwanya. Dan akan terus semakin cantik dikala akhlak ku pun ikut membaik, menjadi pribadi yang menyenangkan. Tak terbayangkan banyaknya orang yang merindukanku, bukan karena fisik karena rupa ku tak seberapa dan bisa lekang dimakan usia pula. Just skin deep gitu istilahnya.


Lalu.. biarkan aku menjadi lebih cantik karena wajah yang ceria, bahasa mata yang bahagia, senyum tulus menjadi sedekah, tutur kata ramah tanpa amarah, bercanda pada siapa saja. Cantik.. cantik sekali diriku, dirimu dan semuanya. Setiap raga kan betah berlama-lama bersama kita Ukhti. Tak masalah tak secantik Miss Universe tapi Insya Allah cahaya Mara’tus Soliha lebih baik dari sekedar seutas wajah Miss Universe apalagi mimisan


Tak ingin menjadi jelek lagi, apalagi lebih jelek dari kemarin, kemarinnya lagi dan kemarin kemarinnya lagi. Kira- kira gitu ya Mbak Azi?? Bukunya menginspirasi diri untuk mensyukuri setiap nikmat Allah. Kurang lebihnya, kini diriku-pun merasa semakin hari semakin cantik. Narsis buangettt kedengarannya, tapi gk pa pa lah ya because I just Learn to Love My Self, Learn to proud to be my self.. rasanya sah-sah aja deh.


Meskipun aku tak sempurna, tapi paling tidak aku bangga menjadi diriku sendiri. Meskipun orang tak menganggap aku cantik, tapi aku tetap bersyukur dengan keadaanku.

Allah, izinkan aku menjadi cantik tanpa harus bersusah-susah memoles wajah, tanpa harus capek-capek permak sana-sini. Allah, izinkan lah aku menjadi cantik namun tetap dalam syari’at-Mu. Aminnn

Lalu, mEngaPa kita seringkali mengeluhkan sengatan lebah dan lupa manisnya madu??


(◕‿◕) Senyum irit pahala tetap full


Rabu, 23 Februari 2011

Sahabat

Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)

 

 

Selasa, 22 Februari 2011

Aku Baik-Baik Saja


Jangan lihat pada mataku yang sembab..
Semalam aku memang menangis.. tapi bukan karenamu..
Mataku masih terasa panas hingga sekarang..
Hatiku juga masih menjerit hingga detik ini..
Tapi, semua bukan karenamu..

Aku hanya ingin meluapkan perasaanku..
Aku hanya ingin mengemis belas kasihan pada Tuhanku
Tuhan yang menggenggam hidup matiku,,
Tuhan yang dengan mudah membolak-balikkan hati manusia..
Aku percaya pada Tuhanku,
Aku percaya Dia dengar segala perihku ini..

Karena Tuhanku lah yang telah menitipkan ladang ujian ini..
Agar aku bisa sabar..sabar..dan sabar..
Tuhan menyayangiku.. bukan membenciku..
Dia titipkan ujian ini agar aku bisa menjadi wanita yang tegar..
Ijinkan aku untuk “bercinta” dengan Tuhanku sejenak,
Aku ingin bermanja-manja di pangkuanNya..

Jangan hiraukan air mataku,
itu hanya ekspresiku untuk menyambut ujian ini..
Aku baik-baik saja, bahkan sangat baik..
Karena Tuhanku selalu memperhatikanku..
Dia ingin aku menjadi hambaNya yang tegar, yang kuat,
dan selalu ikhlas dalam menjalani hidup ini..

Tuhanku sangat baik..
Dia tak kan membiarkanku terpuruk dalam kesulitan
Dan aku percaya engkaupun bisa melakukan seperti apa yang aku lakukan

Minggu, 20 Februari 2011

Curahan hati

O God, today I am very disgusted look at him, he's a sister who has been truly I love and admire, but somehow what is happening now with me,, really, I was disgusted with myself now, sweet and beautiful words who had now had time to admire my beautiful words I hate it so, even like the feeling of her I blocked his facebook account,,


O God, keep me from the nature of this ugly, I do not like this character

Help me O God

:'(
(ya Allah,, hari ini aku sangat muak lihat dia, dia seorang kakak yang selama ini sangat aku sayangi dan kagumi, tapi entah apa yang terjadi sekarang dengan ku,, sungguh,, aku muak dengan diri nya sekarang,, kata kata manis dan indah yang dulu sempat ku kagumi sekarang kata kata indah itu sangat ku benci, bahkan ingin rasa nya aku memblokir akun facebook nya,,


ya Allah,, jauhkan aku dari sifat jelek ini,, aku tidak suka dengan sifat ini

bantu aku ya Allah)