♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Selasa, 22 April 2014

Tentang Ayah

Bismillah

Bingung mau mulai dari mana dulu

2 hari yang lalu aku ketemu sama temen ayah, pertemuannya ga disengaja. Beliau namanya omm ardi, teman ayah sewaktu kami tinggal di rumah nenek (ibu dari ayah) tepatnya di pematang setrak matapao sebelum tebing tinggi dan waktu itu aku masih kecil, belum sekolah malah makanya aku gag ingat apa-apa. Beliau tau aku dimedan juga dari ayahku dan tau alamatku juga dari ayah.

Jadi om itu datang kekontrakan ku dimedan.
Aku bingung dongg yah soalnya asli aku sama sekali enggak ingatt sama beliau ! Maaf yah ommmm tapi setelah pertemuan itu janji deh aku bakal main kerumah omm kalo ada waktu :D

Seperti biasa palingan omm itu tanya uda semester berapa, jurusan apa, uda lama belom ngontrak disini yaa basa basi lahh

"Ayah kamu itu sangat bangga sama kamu dek" tiba-tiba kata nya
Aku ga bisa bilang apa-apa, aku hanua tersenyum sambil mengiyakan perkataannya.

"Ayahmu itu selalu usahain biar kamu jadi 'orang' karena ayahmu lihat semangat yang ada didirimu" katanya lagi

Aku bingung harus ngomong apa

"Intinya kamu disini baik-baik, yang bemer kalau kuliah, jangan kecewain ayah yang udah susah payah dan usaha buat kamu disini dek, jangan lupa doakan ayah juga disana, bapak pun dek akan ikut jejak ayah mu. Luarbiasa semangat ayahmu buat nyekolahkan kalian, bapak pun nanti kalau anak bapak semangatnya kayak mu bapak akan usahakan" cetusnya yang buat aku hanya mampu tertunduk.

Sekitar satu jam kami ngobrol diteras kontrakan dan om ardi pamit pulang.

Seketika nya om ardi pulang aku terus telepon ayah ketika diangkat dan itu suara ayah aku cuma bilang "kakak sayang ayah" tut tut tut telepon pun mati karena mahal tau beda operator wkwkwkwkwkwk

***
Rasanya kalo bicara tentang ayah memang gag ada habisnya

Bayangkan saja dibuku diary yang bersampul doraemon pun begitu banyak kisah tentang ayah ! Aku rindu ayah, aku sayang ayah, aku kangen ayah sampe aku marah sama ayah, aku benci sama ayah juga ada !

Bahkan Murabbiahku ketika tanya sama riri kenapa aku tidak tarbiyah riri jawab "nisa pulang kampung karena kangen sama ayahnya mii" terus ummi bilang "kenapa tidak ibu nya yang duluan dirindukan " hehehe aku juga sayang mamak kok :*

Terus ummi kan dirumahnya ada butik kecil-kecilan gitu nah ada banyak baju kokoh terus ummi bilang "ayoo yang sayang ayah dibelilah baju ummi" xixixixi

Ayah itu bener-bener sosok yang luarbiasa buat kami khususnya aku pribadi

Apaaa sii yang aku minta ga dikasih sama ayah ? Semua dikasih ayah asal bisa nyebutin manfaatnya buat diri kita hahahaha -,-

Aku semakin sayang dan rindu sama ayah kalo liat ayah sedang tidur, wajahnya begitu Teduh dan ikhlas :') ayah kakak rinduu sekalii

Benar kata orang "bahwa seorang ayah bukanlah orang yang mampu menunjukkan rasa sayangnya" dan itu benar ada pada diri ayahku

Ayah ga pernah bilang "kak, ayah sayang sama kakak dan adek" gag pernah ! Tapi cara ayah memperlakukan kami ya Allah mungkin aku ga bisa balas :'(

Ayah selalu sibuk kalau misalnya kami sakit tengah malam misalnya batuk atau tiba-tiba demam. Ayah langsung banguni mamak untuk nyuruh ngerawat kami "bantu itu si kakak demam itu kayaknya" atau ketika waktu aku pulang beberapa minggu yang lalu aku masuk angin jadi muntah tengah malam. Ayah langsung terbangun dan ngambili minyak gosok "kak, kenapa ? Ini digosok pake ini" sedang mamak masih terlelap hahahaha.

Ayah ku juga bukan orang yang 'gila materi'. Ayah beri kami kebebasan dengan siapa kami harus bergaul tapi ayah selalu pantau kami dengan cara memberikan nasihat atau kata-kata penyemangat dan terbukti aku dan adikku tumbuh menjadi gadis yang dekat dengan keluarga karena keterbukaan ayah itu. Makanya aku selalu heran kalau ada seorang anak yang bilang kalau dia ga dekat dengan orang tuanya apalagi dengan ayahnya, rasanya semua alasan-alasan itu sulit ku terima karena baik aku dan adikku kami dekat dengan ayah !

Terbukti, sekarang kami berdua kan ada dimedan, setiap kami pulang kampung ayah siapin waktu seharian dirumah cuma buat dengeri cerita kami dimedan ini dan dengan gamblang kami cerita. Bahkan ayah tahu siapa-siapa saja teman dekatku dari aku SD sampe kuliah ini begitu juga dengan teman cowok yang dulu suka datang kerumah, ayah juga tahu dan selalu welcome aja sama siapa saja yang datang yang penting sopan dan harus dirumah ga boleh ketemu diluar kata ayah cowok yang ngajak ketemu diluar enggak tanggung jawab !

Kalau orang bilang "orang batak itu kalau kita mau nikah sama anaknya pasti mahal apalagi kalau anaknya ada titelnya"
Tidak berlaku untuk ayahku ! Ayah selalu bilang "yang penting tangung jawab dan harus sabar sampe kakak tamat kuliah dulu" ahh ayahh makin cinta deh :*

Sedikit kisah tentang ayah ku
Nantikan hebatnya ayah ku selanjutnya :)

Khayrunnisa' ash-shalihah 02 Juni 2014

Kamis, 17 April 2014

#DahsyatnyaSedekah Abu Bakar Ash-Shiddiq

Umar berkata "suatu ketika Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk bersedekah. Aku berkata dalam hati, "hari ini aku bisa mengungguli Abu Bakar jika aku bisa mendahuluinya"

Aku pun datang kepada Nabi dengan membawa separuh dari semua kekayaanku. Rasulullah bertanya kepadaku 'apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?'
Aku menjawab 'Aku tinggalkan untuk mereka sebanyak harta ini (setengahnya)'

Selanjutnya Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta miliknya. Rasulullah lantas bertanya kepadanya 'apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?'
Abu Bakar menjawab "aku tinggalkan untuk mereka Allah dan RasulNya"

Umar pun berkata "Selamanya aku tidak bisa mengungulimu dalam hal apapun"
(HR. Abu Dawud, Ad-darimi, Hakim, Baihaqi dan Tirmidzi)

Kamis, 10 April 2014

Tentang Ayah

Bismillah

Rasanya semua kata yang indah sudah aku utarakan untuk ayah tapi tetap saja pesona ayah tidak pernah mampu aku ukir hanya dengan sekedar kata

Aku selalu bersyukur memiliki sosok ini, sosok yang hingga detik ini tidak pudar kewibawaannya dimata kami sekeluarga bahkan makin bertambah

Ayah, ku tau usiamu tidak muda lagi, sekarang uda berapa yah ? Gag mungkinlah kakak lupa hehe walau tak pernah terucap 'selamat ulang tahun ayah' dari bibir ku tapi aku selalu ingat ayah sekarang berusia 44 Tahun ditahun ini

Angka yang sudah gag muda lagi hiks

Kemaren baru nyampe rumah jam 20.00 WIB ayah udah nunggu didalam rumah dengan mamak dan jagoan kecil kami

Aku yang biasanya selalu heboh kalau pulang kampung, setiap sampe di daerah mana langsung telpon atau sms minta jemput tapi semalam itu aku belajar mandiri, jadilah aku sampe rumah dengan jalan kaki dari simpang kerumah tidak berapa jauh tapi aku selalu minta jemput

"Loh kak kok gag minta jemput? Ayah dah siap siap ni ma avdil" celetuk ayah yang kaget aku udah sampe rumah
"Ahh kalau cuma dari simpang kerumah aja gampil itu yah" jawabku singkat
"Kenapa gag sadar dari dulu kak ? Udah 3tahun loh baru sadar kalo simpang kerumah itu dekat" jawab ayah
"Hehehe dulu itu kakak capek jalan"

Kita lagi santai-santai sambil aku makan malam tiba-tiba keponakan mamak (aku manggilnya abang)datang bertamu

Cerita bla bla bla lah dirumah sampe malam

Ayah nasehati abang karena abang ada rencana mau kerjasama melihara ikan sama kawannya

Ayah bilang "yang terpenting jujur hat (nama abang itu sehat) kadang kita ngerasa ah ngapain capek-capek aku yang kerja tapi hasil dibagi 2 dia tinggal enaknya ngasih modal aku yang kerja dipanas-panasan, padahal darimana kita dapat uang kalo sipemodal gak ngasih uang itu dulu kan, berapapun dapat kita yah udah itu lah rezeki kita sesuai kesepakatan" terang ayah panjang lebar

Mendengar ucapan ayah barusan, aku merasa bangga. Itu adalah nasihat yang selalu ayah tanamkan ke anak-anaknya. Ketika aku memutuskan untuk kuliah kemedan ayah juga pesen kayak gitu "yang jujur jadi orang yah kak"
Begitupun ketika adik keduaku memutuskan untuk kemedan ayah juga berpesan "yang jujur yah dek di kota orang, apapun yang bukan barang kita, jangan pernah disentuh yah dek"

Ayah, aku kagum sekali pada ayah :')

Aku selalu belajar kejujuran dari ayah dan belajar keikhlasan dari mamak

Aku selalu bersyukur memiliki mereka dihidupku

Terimakasih ya Allah :*

Sabtu, 22 Maret 2014

Ternyata Adaa Kokkk

Hai hai haii
Assalamu'alay
kum semuanyaaa :)

Ku kenal kakak itu baru-baru saja itupun karena kemaren kebetulan main ke outlet laundry adik kos
Setelah beberapa hari ketemu itu gag tau kenapa dan ada apa kakak itu tiba-tiba saja pindah outlet untuk ngeloundry ! Iyaa kakak itu pindah ke outlet kami ! Apa mungkin outlet adik kos ku tidak bersih ? Atau ada pakaian yang rusak ? Atau ingin kenalan dengan ku yang notabene "pakaian" kita sama ? Haa entahlah, itu tidak menarik untuk dibahas kali ini pemirsahh :D

Tersebutlah nama kakak itu 'yuli'
Kak yuli, begitu aku menyapa. Sekarang dia menjadi langgganan laundry kami dan udah aku masukkan kedalam daftar member

Nah pada malam itu kak yuli mau ambil baju tapu qadarullah bajunya belum datang karena memang belum jam baju datang

" nanti malam jam berapa dek biasanya" tanyanya dengan nada lembutnya
"Sekitar jam setengah sembilanan gitu lah kak, kayaj biasa" jawabku yang tak kalah lembutnya hahahaha
"Oya udah deh nanti kakak kesini lagi yah dek" ungkapnya
"Iya kak"
Kakak itu meninggalkan outlet tak lama kembali lagi masuk kedalam outlet
"Bisa minta nope adek, biar kakak tau pakaiannya uda datang apa belum" ujarnya
Aku pun menuliskan nomor hapeku diatas bon miliknya

Sekitar pukul 20.00 hapeku berteriak sekuat kuatnya ternyata nomor baru dan aku udah yakin pasti ini kak yuli dan ternyata benar !

Tak lama kemudian kak yuli datang lagi ke laundry dan kami cerita cerita sambil menghitung pakaian miliknya

Ternyata kak yuli itu adalah akhwat HTI dan yang lebih mencengangkan bahwa kak yuli itu kerja di Telkom ! Padahal aku mengira kak yuli adalah seorang guru atau doswn hehe, Luarbiasa

" yah cuma kakak yang pake baju kayak gini, beda sendiri" sahutnya ketika kutanya apa bisa kerja dengan gamis dan kerudung lebar seperti ini

Dari percakapan itu aku jadi optimis untuk melamar kerja ke kantor kantor besar seperti Pertamina, PLN, Telkom dan perusahaan perusahaan besar baik yang swasta atau pemerintah ! Karena awalnya jujur aku bingung setelah tamat nanti, pasti aku akan terkendala di 'pakaian' ku dan aku akan tetap milih hijab ku lahh, ini harga mati ! Gag bisa di tawar !

Kamis, 06 Februari 2014

(Semoga) Ini Ukhuwah Karena Allah

Bayangan yang indah
Aku terlupa tanggal, hari dan jam berapa pertama kali aku mengenalnya
Lagi lagi dari dunia maya... :') Ah dunia yang indah bagiku

Takdir Allah mempertemukan kami di Universitas yang sama dan di kelas yang sama (pula)

Pink, merah jambu, pink hehehe
Baju, kerudung dan rok yang pertama kali kulihat akan sosokmu
"Nisa dimana ? Rii udah di kampus ni" 1 pesan masuk dihari pertama masuk kuliah sebelum memasuki masa OSPEK
"Nisa lagi dijalan Rii, Riri posisi dimana ? tunggu nisa yah" Balasku cepat
"Oke nanti kalau udah sampek sms Rii yah, rii di paling depan berdirinya didepan bapak-bapak ngomong ini lah hahaha" Balasnya kemudian

"Ahh aku ingin cepat sampai kekampus, ga sabar ingin lihat dia" batinku dalam hati

Tak terasa 20 menit sudah kulewati perjalanan menuju kampus, kampus yang hari itu sangat ramai sekali, aku diurutan paling belakang sedang bapak yang dari tadi ngomong dipaling depan berarti riri didepan itu juga. Aku pun berdiri sembari mengotak-atik hape yang sedari aku pegang.
"Riri, Nisa dibelakang, didekat kereta-kereta ini" Pesan terkirim
"Nisa jalan aja kedepan, Rii paling depan" Balasnya seketika

Hampir ada 45 menit, akhirnya acara kata sambutan itu selesai, semua mahasiswa bergerak berhamburan menuju semua fakultas yang akan mereka tempati, termasuk aku.

"Hallo Assalamu'alaykum" Jawabnya dari ujung sana
"Wa'alaykumussalam,  Riri dimananya ? " tanyak
"Riri didepan, paling depan, nisa kedepan aja, cepett kita mau lihat ruangan inii " Jawabnya
"Iya ini nisa kedepan, riri pake baju apa ??"tanyaku sambil berjalan menghampiri kedepan podium
"Riri pake baju merah jambu, rok merah marun dan kerudung merah jambu yah" Jawabnya

Kulihat sosok itu akhirnya tepat dihadapanku
Yaaa, ada 1 bulan kita kenal di dunia maya akhirnya sekarang ada didepanku.

Riri adalah teman akhwat pertamaku dan aku senang sekali karena aku ingin jadi akhwat.

Sekarang kami sudah semester 5, di fakultas yang sama, kelas yang sama, konsenstrasi yang sama, semoga LULUS S1 juga sama yah ukh... oia satu lagi seorang Murabbiah yang sama pula, nyari rumahnya nyasar sama-sama, jalan panas-panasan sama-sama, baju buatan nenek yang sama, beberapa kerudung yang sama ahhh kalo diitung-itung banyak yang sama yah kita ukh ?? Duhh jadi  makin cinta dehh.
Semoga ukhuwah ini karena Allah yah ukh dan semoga kita dapat bertemu dan berkumpul d syurgaNya di keabadian *Mendekapmu dalam Doa*

Kegramed bareng ^^ Seringg
Jangan liat baksonya yang besar hehe, tapi lihat mainan kerudung juga samaa :D

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bidadari Kecil

Kalau mendengar kata Bidadari yang ada dalam benak kita adalah keindahan fisik dan hatinya, keimanan, ketaqwaannya kepada Sang Pencipta, tinggal di langit dan mungkin dalam benak kita adalah seorang wanita yang bersayap mungkin hehehe

Tapi bidadari yang kumaksud disini bukan seperti ‘bidadari’ yang ada dalam benak orang kebanyakan, dia tidak bersayap dan dia tidak tinggal di langit melainkan dibumi bersamaku, dia adalah salah seorang yang amat kucintai dalam hidup

Dia hanyalah seorang perempuan berkulit agak putih, berambut panjang, berperawakan tinggi, supel, lucu, kalo ngomong suka nyeplos dan dibalik sikapnya yang kadang nyebelin dia menyimpan sebuah ‘berlian’ dalam hatinya, yaa hatinya sangat berkilau !!!

Dia adalah satu-satunya adik perempuanku, anak kedua dari tiga bersaudara yang sekarang sedang duduk di bangku SMA kelas tiga, (Sebentar lagi Tamat, semoga dimudahkan yah dek)
Aku terlupa kapan pertama kali dia mampu bersikap dewasa menyikapi masalahku yang membuat aku semakin mencintainya.

Diusianya enam belas tahun, dia sudah mampu membayar uang sekolahnya sendiri dengan cara mengikuti tabungan harian yang dibuatnya bersama teman-temannya, diusinya yang segitu dia bahkan telah mampu membelikan baju adik lelakiku dan diusianya yang segitu dia telah mampu membayar sebagian buku-buku pelajarannya. Jujur sewaktu aku seusia dia aku belum bisa berbuat demikian, aku masih bergantung pada ayah, masih bergantung pada uang ayah tanpa bisa menabung untuk keperluan sekolahku, bahkan ketika aku bekerja selama satu tahun pun aku belum mampu membelikan baju adik ketigaku yang bisa dibilang “berapa sih harga baju anak usia 3 tahun kala itu ? “ 

Dia selalu bisa membantu ayah dalam menyelesaikan pekerjaan ayah, ayah punya beberapa kolam ikan, yang jika ikan itu di panen, bidadari kecil ini selalu membantu ayah, mengangkat ikan dengan cekatannya padahal dia seorang perempuan, jujur saja jika ayah sedang panen ikan, ayah jarang sekali memanggil ku, karena ayah tau aku bukan mengurangi beban malah buat beban karena aku kurang bisa membantu ayah dalam hal seperti itu tapi adikku bisa !!!

Tadi aku baru dapat sms dari dia “beib, uang masih adakan ??” dengan polosnya aku menjawab “Udah habis dek” lalu dia balas lagi “Aduh, jadi gimana kak ??”
“Ga tau dek, aku juga bingung, apa aku pulang aja yah ?? apa aku ga usah kuliah aja yah ?? “ balas ku dengan nada agak-agak gimana gitu. Dan dengan dewasanya dia menjawab “ga boleh ngomong gitu kak, kakak harus bertahan disana, nanti aku telpon ayah bilang kalau kakak butuh uang, pokoknya apapun yang terjadi S1 kakak harus lulus!!!”

MasyaAllah, aku terharu membaca smsnya barusan, bener-bener bidadari kecil !!!

Tapi taukah kalian bahwa dia ternyata juga ‘iri’ padaku. Pernah suatu malam kita berdua dirumah sedang mama, ayah dan adik lelakiku pergi kerumah nenekku. Kami mencoba bermuhasabah berdua melihat keadaan rumah yang sedang tidak nyaman, yaa malam itu kita habis berantam dengan mama, biasalah masalah pekerjaan rumah dan kita berdua sangat-sangat menyesal, kita mencoba bermuhasabah sampai tidak terasa kita berdua menangis sampai membuat mata kita berdua bengkak. 

Disela muhasabah itu dia bilang “aku iri padamu kak, kakak begitu disayang ayah.... apa yang kakak minta selalu dituruti ayah, apa yang kakak mau selalu di kasih ayah, aku kadang benci lihat ayah !!! aku memang tak sepintar kakak dalam bidang akademik, tapi aku udah coba untuk berusaha pintar seperti kakak biar ayah juga bisa bangga padaku, memang aku tidak pernah dapat juara, tapi aku selalu mencoba jadi yang terbaik, tapi ayah gak pernah mandang itu, ayah selalu menomorsatukan kakak dalam bidang apapun, apa-apa kakak, semua-semua kakak” Ungkapnya sambil menangis tersedu

Aku tak mampu menjawab semua ucapannya, aku gak tau mau jawab apa karena memang itulah keadaannya, memang ayah sangat menomorsatukan aku. Kenapa begitu ?? karena ayah yakin kalau kakak sukses, kakak pasti akan buat kalian sukses juga !!!

“Ntar kalau aku bisa masuk universitas negeri aku mau kuliah kak, menurut kakak gimana ?? tanyanya padaku sambil dengan bangga menunjukkan kartu SNMPTN nya !!! “ Ya udah kuliah, kakak akan usahakan kamu harus kuliah” jawabku menyemangatinya

“Tapi mama ga mau aku kuliah, gimana kak” tanyanya

“Udah tenang aja, pokoknya konsen dulu untuk UN nya, kalau udah lulus konsen sama SNMPTN nya, ntar Allah kasih rezeki ko, tenang aja” jawabku

“Tapi kalo aku ga masuk Negeri, aku mau kerja aja, ntar kalau aku udah kerja kan aku gajian, nah aku bisa bayar uang kos kakak, bisa bayar uang buku, bisa beli baju yang kita suka” jawabnya polos sambil tertawa padaku

Ya Allah, sebenarnya ini yang kakak siapa, yang adik siapa yah ?? aku malu dan ingin menangis rasanya.............


Dia bidadari kecilku...

Kakak selalu bermimpi engkau dek bisa mampu mengenakan pakaian Taqwa seperti yang kakak pakai sekarang, kakak selalu memimpikan engkau tampil dengan indah dan cantik bukan hanya dimata manusia tapi di mata Allah, kakak yakin dek, suatu saat nanti engkau juga bisa menutup auratmu, dan kakak yakin kamu pasti semakin cantik, kan kamu emang cantik dek kayak kakak hahahahaha :D

Engkau Bidadari Kecil yang Kurindu :)

SURAT UNTUK IBU



Assalamu’alaykum...

Bunda apa kabar ? kakak kangen sama bunda, semoga bunda baik-baik aja disana yah !!!
Kakak lagi sedih nda, bukan, bukan karena padatnya waktu kuliah, bukan pula karena teman-teman kampus ataupun dosen-dosen yang kakak gak suka atau karena gak punya uang lagi, tapi kakak sedih karena dengar ocehan dari adek.

Kakak denger kemarin gak makan lagi yah nda ?? dengan polosnya kakak bertanya kepada yuli “apa ga laper kalau gak makan ??”

Kakak dengar bunda sekarang malas kerja sejak apa yang bunda tanam bulan lalu gagal panen ?? Sejak tanaman yang kita tunggu-tunggu ternyata tidak menghasilkan buah yang bagus sehingga yang tersisa hanya kelelahan yang tiada habisnya mungkin hingga saat ini ...
Ada apa dengan bunda ?? kakak seperti tidak mengenal sosok bunda lagi !!! mana bunda kakak yang dulu ?? yang selalu semangat dan ceria, yang selalu optimis dan percaya bahwa rezeki seutuhnya dari ALLAH !!!
Kakak dengar bunda sekarang jarang shalat, kenapa nda ?? Bunda marah sama ALLAH ?? Bunda benci sama ALLAH ?? Bunda gak mau minta sama ALLAH ??

Bunda gak tau bahwa ALLAH itu punya semua yang bunda mau, ALLAH bisa beri segala hal yang kita butuhkan jika kita minta padaNya. Bagaimana ALLAH mau dekat dengan kita sedang bunda menjauh dariNya ??
Kakak tau bunda pasti lelah, bahkan sangat teramat lelah tapi bunda juga harus ingat bahwa hidup itu adalah Ujian, tidak ada yang sia-sia dimata ALLAH nda...

Bunda...
Kakak ingin bunda seperti dulu lagi, bunda dekat dengan ALLAH maka ALLAH akan sangat dekat dengan bunda. Hanya itu yang kakak inginkan !!

Bunda tau tidak ?? tidak dikatakan seseorang beriman sebelum ia diuji. Bunda tau ?? Nabi Ibrahim rela menyembelih Ismail anaknya. Anak yang sudah dinanti bertahun-tahun bersama istrinya, tapi demi kecintaannya kepada ALLAH, ia melakukannya dengan Ikhlas.
Bunda tau Sumayyah ?? Shahabiyyah yang rela ditancapkan besi panas nan tajam dari ubun-ubunnya sampai tembus kerahimnya. Bunda tau karena apa ?? itu semua karena kecintaannya kepada Islam dan kepada ALLAH !!! ia rela dibunuh dari pada harus bersumpah mengakui bahwa fir’aun adalah Tuhannya. Dan bunda tau kan bahwa mereka telah dijamin Syurga nya ALLAH.

Bunda pasti lebih paham daripada kakak makna “ujian” itu. Ketika ujian itu datang maka ketika itu juga ALLAH sedang memperhatikan kita. ALLAH ingin kita naik satu level ketingkat kehidupan yang lebih tinggi karena ALLAH tau kita mampu Nda... Kita Mampu !!!
Maka seharusnya kita bersyukur ketika ALLAH memberi cobaan berat dalam hidup untuk keluarga kita.
ALLAH memampukan kita untuk hidup, untuk tetap bisa kuliah, untuk tetap bisa sekolah walau ayah tidak bersama kita saat ini.

Bunda...
Jika ditanya apa hal terindah dalam hidup ini maka jawabannya adalah engkau
Jika ditanya hal tak terlupakan dalam hidup ini maka jawabannya adalah engkau
Jika ditanya moment terindah dalam hidup maka jawabannya adalah saat-saat bersama bunda.

Bunda...
Kakak yakin bunda mampu dan kuat.
Kakak tau bahwa bunda bukan hanya sekedar Ibu Rumah Tangga Biasa seperti ibu ibu lainnya, bunda lebih dari mereka semua.
Bunda kakak ingin semua kembali seperti semula.
Bunda, ini adalah proses dimana Derajat kita akan diangkat olehNya.
Bunda, kakak sayang bunda, kakak kangen bunda selalu dan selamanya.

Yang Mendekapmu Dalam Do’a

(Tulisan Pertama yang telah dibukukan oleh Format Publishing, Alhamdulillah)