♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Sabtu, 04 Maret 2017

WANITA, PERAN Dan TUGAS

Wanita, satu bagian dari pemeran kehidupan ini seakan tersingkir dari peranan. Mereka digambarkan sebagai ‘teman belakang’ yang tak lebih dari sekedar ‘anak bawang’. Sejatinya, mereka memiliki peranan yang penting dan vital meskipun hanya berkutat di belakang dinding rumah.

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki perannya dalam kehidupan, sesuai dengan kapasitasnya dan kemampuannya. Allah menjadikan kedua pihak ini untuk saling melengkapi dan menyempurnakan agar tercipta hidup yang tenteram dan bahagia.

Seorang wanita memiliki peran dan tugas yang khusus dilakukannya. Tidak akan cocok dan sempurna tugas ini jika dilakukan oleh seorang laki-laki. Maka, sebenarnya wanita memiliki tugas yang mulia sebagaimana laki-laki meskipun terkesan tidak nampak dari luar rumah. Wanita yang melakukan tugas-tugas inilah wanita yang sempurna. Sedangkan wanita yang menyia-nyiakan tugas ini adalah wanita yang menyia-nyiakan amanah.

Wanita sejatinya memiliki peranan penting dalam perbaikan masyarakat. Hal ini disebabkan dua hal: karena wanita memiliki jumlah yang sama dengan laki-laki (bahkan cenderung lebih banyak) dan wanita adalah orang pertama yang mengasuh anak yang mana hal ini berarti, wanita yang memberi warna dasar pada kehidupan anak.

 

*Ibu, Sang Pembangun Generasi*

Ibu, dialah yang melahirkan sang penerus generasi. Di dalam rahimnya lah tersimpan benih-benih penyambung umat. Dialah yang kita rasakan dekapan hangat timangannya sejak kita dilahirkan. Dialah yang berbagi makanan dengan kita dalam tiap tetes ASI yang menjadi daging bagi kita.

Ibu adalah tempat curahan hati dan mencari solusi bagi permasalah kita waktu kita kecil dahulu. Saat kita gundah gulana, ibulah yang menghibur. Saat kita sendiri, ibu yang menemani. Saat kita sakit, ibu yang pertama kali merasa khawatir.

Karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak, ibu adalah orang yang paling berpotensi untuk menanamkan akidah dan ajaran yang benar pada anak. Ibu memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya sesuai syariat. Dia harus mengenalkan dan mendidik anaknya dengan Islam.

Demikian pula, seorang ibu hendaknya memperbanyak generasi Islam. Hal ini dengan melahirkan banyak anak. Rasulullah telah menegaskan bahwa banyaknya anak adalah sesuatu yang disunahkan dalam sabda beliau yang artinya, “Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan banyak memiliki anak karena aku membanggakan dengan banyaknya kalian pada hari kiamat.” .

Inilah tugas mulia seorang ibu. Tugas penting yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika tugas mulia ini tidak ada yang mengembannya, maka kita tinggal menunggu waktu hancurnya umat. Jika tugas ini diserahkan kepada lelaki yang tidak diciptakan dengan kodrat untuk melakukannya, maka kemungkinan generasi kita akan menjadi generasi yang tidak sempurna. Jika tugas ini diemban oleh wanita yang rusak, tinggal kita tunggu rusaknya generasi yang akan datang.

 

*Istri, Sang Penolong Suami*

Istri, dialah labuhan hati seorang suami. Dia yang memberikan ketenangan saat suami merasa gundah dan gelisah. Dia yang menenteramkan saat suami dilanda kemelut permasalahan dunia. Dialah yang dimaksud dalam firman Allah, “Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah Dia ciptakan dari diri kalian pasangan-pasangan agar kalian tenteram kepada istri kalian…” .

Perlu kita ketahui, tugas ini bukanlah tugas sepele yang patut diabaikan. Tugas ini bukanlah tugas minor yang tidak memiliki pengaruh dalam masyarakat. Dengan dukungan penuh seorang istri, suami akan melaksanakan tugas-tugas luar rumah tangga dengan baik. Dia akan merasa segar kembali setelah pulang ke rumah. Sehingga, esoknya dia berangkat dari rumah dengan pikiran tenang dan nyaman.

Berbeda halnya dengan istri yang membuat sesak dan sempitnya jiwa. Dia akan menambah kegundahan setelah suami bergelut mencari nafkah dunia. Rumah bukan lagi merupakan tempat yang nyaman untuk mengistirahatkan badan. Justru, rumah seakan tempat azab di muka bumi.

Seorang istri bertugas menjaga kondisi rumah yang kondusif bagi suami. Dia wajib menjaga harta, anak, dan rumah suami. Dia juga wajib untuk menjaga dirinya dari mengkhianati suami tatkala ditinggalkan di rumah. Inilah istri, sang asisten tanpa pamrih, sang pemain di balik layar.

Allahu a’lam bish shawab. (abdurrahman).

Sumber: tashfiyah.net

Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
http://catatanmms.wordpress.com

Senin, 20 Februari 2017

Hijrah menurut saya

Bismillah,

Maa syaa Alloh semalam diajak jalan-jalan sekalian temu kangen sama my best jaman kuliah dulu, jalan lah ke mall,

Duh aku inget banget, 2011 awal kuliah, awal hijrah, jangankan lihat perempuan jilbab lebar, nyari jilbab lebarnya aja susaahh bangeett, tapi sekarang duh Maa syaa Alloh di mall itu banyak yang pake jilbab lebar, terlepas dari memang mereka mendapat hidayah atau hanya sekedar trend belaka, apapun itu. . . alhamdulillah.

Kalo ditanya arti hijrah apa si buat nisa ?

Hijrah menurut nisa itu adalah "pindah" yaa pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, pindah dari satu tujuan ke tujuan yang lain, pindah kearah yang lebih baik yang lebih positif dan lebih islami.

Banyak dari kita memang terlahir dari keluarga muslim, tapi tidak semua bisa mendapatkan hidayah lalu hijrah. Ya Alloh, terimakasih untuk Nikmat hidayah terbesar ini.

Hijrah itu urusan kita dengan Alloh, sampai sekarang pun saya masih berpegang pada kata itu. Yaaa... Kita hijrah itu urusan kita dengan Alloh, tidak perlu terlalu di share dimuka dunia agar seluruh dunia tau "oh si fulan sudah hijrah, oh si fulanah jilbabnya sudah besar, sudah bercadar bla bla bla"

Hijrah urusan kita dengan Alloh.

Tidak tahu kenapa saya lebih suka sesuatu yang continiu, bergerak . . . sedikit . . . sedikit.  . . tapi pasti. Bukan hijrah instan, si fulanah begini, kita ikut begini, si fulanah begitu, kita ikut begitu. Tanpa tahu ilmunya tanpa bisa istiqomah.

Mending berjilbab dimulai dari yang kecil, dimulai pake jins, celana longgar, rok, rok rok gamis tapi istiqomah,
Ketimbang hari ini gamis jilbab lebar, besok ketemu kawan yang gak tersentuh hidayah kita juga ikut-ikutan. Eh besoknya ketemu kawan bercadar kita juga bercadar, ketemu lagi kawan lain, kita balik lagi,
Nauzhubillah.

Semoga istiqomah, terus hijrah dan selalu diberi hidayah ^^

Sabtu, 11 Februari 2017

KiSAH CINTA SANG PEMUDA

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah:

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata:

Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu hari dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat dari mereka seorang wanita yang berparas rupawan sehingga wanita itu membuatnya jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan. Kemudian sang pemuda mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut, tetapi apa boleh dikata si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Ternyata cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin menjadi jadi.

Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda yang bunyinya:

“Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu mau, aku akan mendatangimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.'

Sang pemuda menjawab melalui utusannya:
️"Aku tidak setuju dengan kedua duanya,

(إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم)الانعام/15

"Sungguh aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.
Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya."

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata:

'Walau demikian, rupanya dia masih TAKUT kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.'

Kemudian dia MENINGGALKAN URUSAN DUNIA, dan MENYINGKIRKAN PERBUATAN-PERBUATAN BURUKnya, ️serta mulai BERIBADAH MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH.

Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda.

Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya.

Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya.

Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya, dia bermimpi berjumpa dengan wanita itu dengan penampilan yang sangat menawan.

Dalam mimpi dia sempat bertanya:
'Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?'

Dia menjawab:
'Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat membawa aku menuju KEBAIKAN'

Pemuda itu bertanya:
'kalau demikian, kemanakah kau menuju?'

Dia menjawab:
'Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berujung di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.'

Pemuda itu berkata:
'Aku berharap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.'

Dia menjawab:
'Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu agar kita nanti bisa dikumpulkan;bersama. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan KESUNGGUHANMU DALAM BERIBADAH.'

Si pemuda bertanya:
'Kapan aku bisa melihatmu?'

Jawab si wanita:
'Tidak lama lagi kau akan datang melihat kami.'

Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

••••••••••••••••••••••••••

📥 Sumber: Roudhotul Muhibbin 449-450
💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Turut menyebarkan:
WA🌹syarhus sunnah lin nisaa`
channel telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Rabu, 18 Januari 2017

Ketika aku egois

Aku emang egois yaa,

Misalnya,

Aku selalu berdoa semoga dapat suami yang gak suka berhaha hihi walau dalam hal komen-komenan sama perempuan,

Sementara aku juga masih suk haha hihi sama mereka hiksss

Minggu, 15 Januari 2017

Sekarang, mereka menertawakanku,

Tidak apa,

Someday, mereka tercengang melihatku dan aku tidak akan menertawakan mereka kembali, karena tidak ada waktu untuk melihat kejelekan orang lain !

Jumat, 16 Desember 2016

Aku Dan Tes GAT PLN

Bismillah

Fuiihh, memang benarlah apa yang sering orang katakan, "ketika kuliah pengen nya cepat tamat, setelah tamat pengen kuliah lagi" hahaha apa yang kau mau sebenarnya anak muda !!

Benar saja, setelah graduation Oktober 2015 yang lalu, saya resmi menjadi pengangguran dan menjadi satu diantara ribuan orang yang rela berdesakan demi mencari pekerjaan. Tapi tetap di syukuri, banyak orang diluar sana yang menginginkan kehidupan yang sedang kita jalani.

Segala jenis loker sudah diubek-ubek, sudah di apply, ada yang sudah dipanggil untuk tes dan BANYAK yang hilang entah kemana rimba beritanya.

Oktober 2016 tersebar info loker di perusahaan yang sangat di idam-idamkan semua orang, yapp PT. PLN, tetap tidak kehilangan pesonanya.
Akhirnya saya melamar melalui online dan memenuhi semua syarat yang dibutuhkan.

Sekedar informasi, seleksi PT. PLN bukan seleksi yang main-main dan sebentar, itu sangat menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran yang banyak. Bayangin aja, tes nya aja sampai 6 tahap.

1. SeleksiAdministrasi
2. Seleksi GAT
3. Seleksi Akademis dan Bahasa Inggris
4. Seleksi Psikotes
5. Seleksi Kesehatan
6. Seleksi Wawancara.

Jika 1 seleksi sudah tidak lolos, maka kita tidak bisa mengikuti seleksi selanjutnya.
Nah, oktober 2016 saya di nyatakan lulus untuk mengikuti tes selanjutnya dibulan Desember tanggal 13. Jumlah peserta yang mengikuti tes baik untuk D3 atau S1 sekitar kurang lebih tiga ribuan, wow !!!

Sebelum tanggal 13 itu tiba, saya sudah persiapan seperti mensearching kira-kira soal apa yang akan diberikan di tes GAT PLN, banyak jenis soal yang bertebaran di blog blog orang lain, saya baca, saya pelajari, sampai saya mendapatkan gambaran-gambaran seperti apa tes nya nanti

Hari H pun tiba, tes dilakukan pukul 10.00 WIB dan diwajibkan datang 1 jam sebelum tes dimulai untuk proses administrasi. Bertempat digedung Serba Guna UNIMED, pukul 08.30 WIB saya sudah sampai disana dan yaaa disana sudah banyak orang hihihi, saya pun bergabung dengan teman-teman kuliah saya yang juga ikut tes dihari itu juga.

Untuk masuk keruangan tes kami disuruh berbaris rapi dan dibagi menjadi 4 bagian untuk proses administrasi. Sekitar 800 orang, satu persatu maju kedepan untuk di scan kehadirannya, panas, mual bercampur jadi satu, bahkan ada teman saya yang nyeletuk "gimana mau ngerjai soal nya ini, udah capek duluan" atau ada juga yang ngomong "dari mulai wangi disini sampai bau ya wee" hahaha
Maklum lah, cewe cewe kece yang ikut tes haha.

Masuk keruangannya kita mencari nomor urut tempat duduk kita, ditempat duduk itu nanti sudah ada kartu peserta kita lalu kita tambahi dengan foto 3x4 dan digantung dileher sebagai pengenal.

Sebelum tes dimulai memang sudah diberitahu oleh pihak PLN bahwa disana tidak disediakan meja, untuk itu kita diwajibkan membawa papan ujian sendiri.

Tapi semua menjadi sangat ribet, bayangin, kita tidak memakai meja, kita harus memegang papan ujian, lembar jawaban, pensil, penghapus, rautan dan buku soal !! Yaaa buku soal bukan lembaran dan itu sangat ribet, untungnya kursi yang aku dapat ada peyangga kakinya, jadi aku sedikit bisa nyaman lah.

Soal banyak dengan waktu yang sangat singkat. Disana memang ada banyak kipas tapi tetap saja aku ngerasa panas hihihi

Alhasil soal deret aritmatika dan soal matematika sedikit yang terjawab karena kondisi kurang nyaman. Dimana kita megang semua dari mulai buku soal, sele-sele, lembar jawaban yang harus kututup-tutupi karena jarak antara satu peserta ke yang lain sangat dekat, entah kenapa aku sangat tidak rela jika lembar jawabanku dicontek hahaha maafkeun aku yang pelit !!

Buat panitia ujian PT. PLN, itu kan ujian dilaksanakan di lokasi kampus besar di medan, emangnya kursinya gak bisa diganti dengan kursi yang ada mejanya sekalian itu kah ?? Kalau ada meja setidaknya peserta bisa lebih rileks dalam mengerjakan soal-soal khususnya soal hitungan. Itu aja si menurut saya yang kurang.

Nah, untuk pengumuman tesnya saya harus nunggu dulu sampai pertengahan Januari 2017. Apa pun hasilnya, saya sudah usaha dan semoga diberikan yang terbaik. Semoga ada rezeki di PLN

Sekian :)

Jumat, 25 November 2016

*SIKAP BIJAK MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL*

Antusiasmu terhadap medsos adalah sesuatu yang baik, namun waspadalah jangan sampai antusias ini menjadi pintu menuju kerugian seperti berikut:

1. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau menghabiskan sekian jam setiap hari untuk membuka medsos, namun engkau tidak menyisihkan waktu walaupun hanya seperempat dari waktu ini untuk menghafal al-Qur’an atau membacanya.

2. Engkau terhalangi dari kebaikan jika ketika engkau bangun tidur pertama kali yang engkau lakukan adalah membaca berita di telepon genggammu, namun engkau tidak bersegera membaca dzikir bangun tidur, atau dzikir pagi, dzikir petang, dan dzikir-dzikir lainnya yang riwayatnya shahih dalam as-Sunnah, padahal itu merupakan benteng kokoh bagi seorang muslim dengan seizin Allah.

3. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau membaca ratusan artikel yang disebar setiap hari, namun engkau tidak mengkhususkan waktu untuk membaca sebuah kitab yang berisi ilmu-ilmu syari’at, atau untuk mendengar pelajaran salah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang terpercaya.

4. Engkau terhalangi dari kebaikan jika engkau setelah mengucapkan salam yang mengakhiri shalat, engkau langsung mengeluarkan telpon genggammu untuk melihat apakah ada sesuatu yang baru, dan engkau melupakan dzikir-dzikir setelah shalat wajib yang riwayatnya shahih dalam Sunnah Nabi.

5. Engkau terhalangi dari kebaikan jika ketika engkau menyambung silaturahmi, mengunjungi kerabatmu atau saudara-saudaramu, engkau hanya menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri dengan telepon genggammu, tanpa berbincang dengan mereka, sehingga kebersamaanmu dengan mereka seperti jasad tanpa nyawa, dan kunjunganmu hanya menyebabkan kerenggangan, tidak menimbulkan cinta dan keakraban.

❗️ Kita tidak mengingkari pentingnya media sosial, tetapi waspadalah jangan sampai berbagai aplikasi ini menjadi sebab terhalangnya kita dari kebaikan yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Duhai kiranya kita benar-benar memperhatikan dzikir-dzikir dan doa-doa harian serta membaca al-Qur’an secara rutin, seperti perhatian kita terhadap telepon genggam dan aplikasi-aplikasinya…

📚 Sumber: https://telegram.me/aalmakki

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/sikap-bijak-memanfaatkan-media-sosial/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy