♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Tampilkan postingan dengan label Kisah Hijrah Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hijrah Muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Kisah Hijrah : Hijab Yang Aku Ledekin Dulu Adalah Pakaian Muslimah Sebenarnya

Bismillah

Perkenalkan, aku Sri Mulya Wahyuni, nisa biasa memanggil aku dengan panggilan "riri" atau panggilan kita berdua yaitu "best" hehe
Aku dimintanya untuk menulis kisah hijrahku agar bisa menginspirasi muslimah diluar sana agar semakin istiqomah dan berjuang untuk menjadi muslimah yang sesungguhnya.

Dulu sebelum aku berhijab, aku masih kayak perempuan pada umumnya. pake jeans, kaos dan kemeja.. hingga aku masuk Universitas yg mengharuskan memakai jilbab. Aku pun masih menggunakan atribut jeans dan kemeja, pulang dari kampus lepas jilbab 😖😫

Pandanganku soal hijab syar'i atau jilbab lebar pada waktu itu aneh,.. pernah waktu itu dalam hati aku bilang "ribet yah pake baju lebar-lebar gitu, apa gak panas?"
Astaghfirullah..... maafkan aku yang dulu ya Allah...
dan sampai pada akhirnya aku kenal sama seorang temen, dia hobbi baca, aku pinjem salah satu bukunya tentang hijab, .
Jadi ada satu bagian dari buku tersebut yang tulisannya kalau gak salah gini :
" Anak Perempuan satu langkah keluar dari rumah tanpa menutup aurat maka dosanya ditanggung oleh ayahnya, adik laki-lakinya, dan abang kandung nya.. "

Setelah baca itu aku jadi keinget sama bapak, bapakku udah ga ada, selama ini aku juga jarang doain bapak malah nambah dosa yang harus ditanggung bapak lagi.

Akhirnya ku beranikan untuk memakai jilbab, awalnya sangat berat, karena selalu ada komentar dari temen-temen yang biasa main samaku, aku diledekin Ustadzah lah, mamah dedeh lah, waktu itu masih pake jilbab belum hijab.. masih pake jeans juga.. tapi keluar dari rumah udah pake jilbab

Terus aku kaji-kaji lagi ilmu agama islam.. semua tentang islam sedikit demi sedikit terus aku pelajari, sampai pada akhirnya aku diajak temen ikut gabung di Komunitas Pecinta Al-Qur'an, aku gabung sama mereka.

Awal-awal gabung aku tetap jadi diriku sendiri, ala berpakaianku juga masih sama dan waktu itu aku malu banget karena pakaian ku ternyata masih salah. Ada perasaan sedih, malu, campur aduk rasanya melihat diriku kok beda si dari mereka.

Selanjutnya, aku cari tau lagi tentang hijab yang sebenarnya menurut Al-Qur'an dan anjuran Rasulullah dan para Shahabiyyah.

Dan ternyata, masyaa Allah . . hijab yg sesungguhnya itu adalah hijab yang pernah aku ledekin dulu, hijab lebar dan gamis lebar tanpa membentuk tubuh. Aku malu sendiri dulu sempat mengatakan "ribet sekali pakaian mereka, apa gak panas"

Akhirnya aku tinggalkan jeansku dan mulai pake rok, mulai nyicil beli jilbab lebar, mulai nyicil beli gamis lebar, dan semakin giat mencari ilmu akan dien ini. Kalau dulu itu nyari hijab syar'i yang panjang dan gak nerawang itu susah sekali, gak kayak sekarang, jadi dulu kadang aku buat sendiri, jahit sendiri, sering juga beli online.
Dan Alhamdulillah sekarang tahun ketiga aku istiqomah memakai hijab syar'i, semoga semakin istiqomah terus terus dan terus, Aamiinn ya Allah

Pesanku untuk kalian para ukhti yang kusayang karena Allah :

"Aku, kamu dan kita semua tau berhijab itu tidak mudah, seringnya merasa gerah, tidak bisa memperlihatkan lagi rambut dan kulit kita yg indah, belum lagi pandangan dan cibiran orang banyak...

Kawan... hijrah itu memang terkadang membuat lelah, hati pun mudah goyah, kilau dunia memang nampak mempesona, bersinar tiada henti-hentinya, tapi bila ingin menjadi perhiasan dunia .. jadilah wanita yg bertaqwa.. bukan hanya dunia yg didapat.. sang bidadari Syurga pun akan iri melihatmu ukhti sayang karena bisa tetap menjadi shalihah di manapun berada."

Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi,
Seperti yang dituturkan my best "Sri Mulya Wahyuni"

Khayrunnisa' Ash-shalihah, 02 September 2016

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kisah Hijrah : Berawal Dari Facebook, Kutemukan 'Dia'

Bismillah

Waktu itu akhir  2010, setelah saya lulus SMK, saya pindah ikut tante kemedan dengan tujuan untuk bekerja di kota ini. Saya sudah melamar kerja ke salah satu mall besar di Kota Medan tapi tidak ada panggilan sampai akhirnya saya di tawari kerja sama temennya tante untuk jaga warnet dan saya mengiyakan tawaran itu.
Diwarnet itu kami memakai shift, pagi, sore dan malam, pekerja tiga orang dan hanya saya yang perempuan. Karena jarak antara rumah tante dan warnet tidak begitu jauh, saya tidak takut sama sekali.

Saya waktu itu sama seperti anak gadis usia 17 pada umumnya. Tidak berjilbab, rambut dikuncir satu, memakai kaos lengan pendek, celana pendek, kadang-kadang celana jins panjang. Begitu juga ketika kerja di warnet.

8 jam waktu kerja saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya karena jika fokus jaga billing warnet itu sangatlah membosankan. Akhirnya saya membuka akun facebook yang sudah lama saya buat tapi jarang saya gunakan. Setiap hari begitu yang saya jalani, sampai suatu ketika, malam itu tepatnya pukul 2 pagi, kebetulan saya dapat shift malam, dari pukul 01.00-09.0am. Ada beberapa foto hewan qurban lewat di beranda saya dengan caption yang masih saya ingat jelas, begini "Alhamdulillah hari ini pemotongan hewan qurban nya berjalan dengan lancar, semoga semuanya bernilai pahala karenaMu Ya Allah"

Tidak tau kenapa, sontak saja hati ini bergetar membacanya, tiba-tiba pengen nangis dan saya merasakan keadaan yang aneh dalam diri saya malam itu. Akhirnya saya klik nama si empunya foto tersebut dengan nama akun "Muhammad Fadil" orang Makassar. Saya tunggu berhari-hari tapi tidak juga di konfirmasi, kemudian saya beranikan diri untuk mengiriminya pesan melalui inboks facebook.
"Kenapa permintaan pertemanan saya tidak di konfirmasi ?"
Lalu ada balasan dari beliau :
"Afwan, akun ini hanya untuk orang-orang yang saya kenal didunia nyata, silahkan anti add akun kedua ana "El Fadl Umar" afwan"

Langsung saya add akun tersebut dan selalu saya baca apa-apa saja yang terbaru dari akun tersebut. Suatu kali kak fadil (begitu saya memanggilnya sampai saat ini) menshare tulisan dari akun dengan nama Nurani Suara Wahdah, saya membaca catatannya begitu menyentuh hati, sampai-sampai air mata ini selalu menetes setiap membaca catatan yang diterbitkan oleh Nurani. Ternyata Nurani Suara Wahdah ini adalah salah satu radio di makassar yang penyiarnya bernama kak Satrio Herlambang, saya selalu meninggalkan komentar disetiap postingannya dan pernah suatu kali saya mencoba menginboksnya dan ternyata di responnya. Sebagai gadis awwam, bahkan sangat awwam sekali, saya biasa saja ngomong sama beliau, seperti ngomong ke abang sendiri.
"Kak, tolong di tag donk nisa setiap ada catatan"
"Siaran jam berapa kak ?"
"Kak, kirim ke email nisa donk kisah yang ini dan ini"
Saya belum tahu apa itu ikhtilat, lah kok ikhtilat, jilbaban aja belom !

Dari Nurani itulah saya berkenalan dengan akhowat Makassar juga bernama akun "Jelita di gurun sahara" ternyata dia akhowat bercadar, haduh saya semakin bergetar setiap kali chatingan sama kak jelita (begitu saya memanggilnya sampai sekarang) lalu saya berkenalan lagi dengan akun "Zahra Abdurrahman El Mumtazah" lalu semakin banyak saya mengenal akhowat ataupun ummahat Makassar, dari situlah saya ingin sekali ke Makassar, karena saya merasa mempunyai keluarga disana, mereka begitu indah, begitu baik, menuntun saya dengan sabar dan cinta mereka, ahh jadi kangenka sekali kwodong 😁

"Dede sudah berjilbab ?"
"Dipakai saja de, nanti juga terbiasa"
"Semangat ya de, selalu ada doa untuk nisa"

Sejak saat itu saya rajin membaca ilmu-ilmu agama di internet, tentang hukum jilbab terutama, saya langsung ingin memakai nya tapi saya bingung karena satu pun saya tidak punya baju panjang. Segan rasanya jika minta dibelikan sama tante. Jadi saya belum memakainya sampai saat saya kuliah di 2011.

Ketika mau masuk kuliah, saya belanja baju-baju untuk kuliah, disitulah saya membeli baju panjang, rok rok, tidak satupun saya membeli celana. Jilbab, kaos kaki.

Seminggu awal masuk kuliah saya memakai celana panjang dan kemeja panjang menutupi (maaf) pantat dan jilbab masih kecil, jilbab faris yang harga 10ribu waktu itu. Setelah seminggu itu dan seterusnya saya pake rok rok dan rok, bahkan temen-temen saya gak ada yang inget kalau saya pernah memakai celana.

Disitulah saya mulai istiqomah memakai jilbab walau masih kecil. Kemudian saya ikut tarbiyah di KAMMI, seminggu sekali mengikuti liqo', membaca Al-Qur'an, mendengarkan ceramah dari Murobbiah, tanya jawab. Dari liqo' itu lah jilbab saya mulai berubah, mulai panjang sedikit demi sedikit, mau tau caranya ?? Itu jilbab segi empat faris saya pakai sebanyak 3 lembar dengan warna senada karena jilbab itu tipis sekali, sekarang saya menyebutnya 'jilbab saringan tahu' hahaha.

Begitulah ilmu agama, semakin kita kaji, semakin merasa sedikit sekali ilmu kita selama ini.
Akhirnya dengan kemantapan hati dan alasan syar'i saya tinggalkan KAMMI dan taklim di Wahdah Islamiyah Medan. Itu juga organisasi pusatnya ada di Makassar, kebetulan ada Ustadz dan istrinya yang hijrah ke medan untuk dakwah. Saya dan sahabat saya lah orang pertama yang menjadi 'anggotanya'. Kemanapun saya tempuh, seberapapun jauhnya kami datangi hanya untuk bermajelis ilmu dan Alloh lagi-lagi memberi kami hidayah salaf yang murni.

Kami tinggalkan WI dan kami taklim di salaf yang bener-bener salafy
Pakaian saya pun sangat berubah, bahkan sudah hampir bercadar tapi karena kuliah semua itu diurungkan.

Begitulah sedikit kisah hijrah saya sampai benar-benar sampai kejalan ini. Saya selalu yakin jika kita mau membuka hati dan terus mencari, Alloh akan selalu buka kan jalan itu untuk benar-benar sampai ke jalanNya yang BENAR !!

Ya Akhowat, lalu apa yang menghalangi mu sampai saat ini belum berjilbab ? Kalian takut tidak bisa kerja ? Tenang, Alloh Sang Maha Pemberi Rezeki, bagaimana mungkin kita yang bertaqwa di telantarkanNya ? Kau takut tidak dapat jodoh ? Justru Alloh akan memberikanmu jodoh terbaik dengan keadaan dirimu yang juga terbaik.
Haduh bingung, gak punya banyak baju panjang, jilbab dan lainnya ? Pakai saja apa yang ada, In syaa Alloh, selanjutnya Alloh memampukanmu, saya sendiri sudah membuktikan.

Ayuk ukhti, kita ketemu lagi bersama-sama di Syurga Alloh.
Berjilbablah ❤

Khayrunnisa' Ash-shalihah, 27 Agustus 2016

Kisah Hijrah : Apa Yang Sudah Saya Buat Untuk Alloh . . .

Bismillah

Perkenalkan nama saya asyifah fatimah, saya mengenal dik nisa di facebook dan diminta untuk menulis kisah hijrah saya agar bisa menginspirasi muslimah diluar sana agar segera berhijab syar'i.

Saya memakai jilbab pertama kali ketika saya SMP, tepatnya dikelas 2 pada saat itu, sayalah orang pertama yang memakai jilbab disekolah, tidak ada paksaan apapun dari orang tua saya, saya hanya ingin memakainya, walau belum istiqomah. Kadang hanya disekolah saja saya pakai sedang dirumah dan ketika bermain saya lepas. Begitulah pertama kali saya mengenal jilbab.

Tahun 2011 saat kehidupan memaksa saya harus bekerja di salah satu perusahaan swasta di bagian penjualan online, saya benar-benar membuka jilbab saya karena persyaratan dari perusahaan memang tidak boleh memakai jilbab. 3 bulan setelah training saya jalani, dan saya sudah menjadi karyawan di perusahaan tersebut, saya coba perlahan-lahan untuk memakai jilbab, sampai akhirnya usaha saya berhasil dan saya mendapat izin untuk memakai jilbab ketika kerja dan lagi-lagi saya lah orang pertama yang memakai jilbab di kantor kemudian diikuti oleh karyawan yang lainnya, alhamdulillah.

Singkat cerita di 2015, tahun lalu hati saya tiba-tiba tergerak untuk memakai jilbab yang lebih syar'i, yang lebih panjang, karena ngelihatnya itu cantik, awalnya saya ingin memakai nya karena ingin aja tanpa mengerti, alhasil ya saya pakai sekali-sekali saja karena tidak ada dorongan dan tanggapan positif dari lingkungan jadi agak sulit sekali waktu itu.

Setiap manusia pastilah mengalami yang namanya permasalahan, begitu juga dengan saya, puncaknya setelah saya di lamar seseorang. Semua masalah datang menghampiri saya, setiap hari saya bertanya kepada Alloh "kenapa hidup kok begini banget" setiap hari saya mempertanyakan nya, sampai saya berada pada titik nol, saya terpuruk dengan semua yang terjadi. Sampai akhirnya saya nemu tulisan di google yang bilang intinya kita selalu bertanya semuanya ke Alloh, coba tanya diri sendiri "apa yang uda kita buat untuk Alloh"? Dan kata-kata itu sangat menampar-nampar hati saya, saya seperti di balikkan kembali dengan tuduhan-tuduhan saya ke Alloh, Astaghfirullah.

Sejak saat itu, saya coba membenah diri ini, saya lebih sering membaca Al-Qur'an disertai memakai artinya, setiap hari sampai saya merasa hati ini kok rasanya tenang dan damai, gak pernah takut lagi dengan masalah apapun karena saya yakin saya punya Alloh.

Pernah suatu hari saya berangkat ke kantor seperti biasa, dengan mengendari motor saya, diperjalanan ada laki-laki iseng yang mengikuti motor saya dan berkata "dek, bibirnya seksi ya". Saya mau marah tapi bagaimana ? Sampai di kantor saya ke toilet cuma untuk menangis, saya merasa seperti "ditelanjangi" dengan perkataan kotor itu, padahal saya sudah berjilbab, baju saya juga sopan dan longgar, dari situlah saya mengerti, saya yang sudah tertutup saja masih bisa di goda orang lain apalagi yang terbuka. Saat itu saya bertekad untuk lebih menutup perhiasan saya dan saya akan berjuang untuk lebih syar'i dalam hal berpakaian.
Awal memakai nya sangat berat sekali, terlalu banyak orang yang berkomentar aneh terhadap saya, tapi saya tetap memakainya dan Alhamdulillah Alloh memberikan saya orang-orang yang senantiasa memberikan kebaikan dan dorongan untuk saya lebih taat. Saya juga mulai mencari tahu bagaimana si seharusnya perempuan dalam islam itu, arti hijab dan semuanya ilmu agama yang bermanfaat karena saya tidak mau hanya memakainya saja tanpa adanya ilmu dalam diri ini.

Dan inilah saya sekarang, saya bangga dengan hijab syar'i yang saya kenakan, biarlah mereka selalu mengolok saya katanya seperti isis atau wahabi, biarlah mereka berkata apa, saya tetap niatkan ini karena Alloh, saya hidup dari Alloh dan untuk Alloh, karena dengan begitulah saya belajar untuk ikhlas dengan apapun itu.

Untuk semua muslimah yang saya sayangi karena Allah, Allah itu terkadang kita merasa jauh... tapi rasa jauh itu karena kita yang buat jauh.. Allah itu dekat lebih dekat dari nadi. salah satu cara agar mendekat ya dengan TUTUP AURAT dengan begitu mau baik gak nya akhlak.. ntar lama lama akan malu sendiri kalau uda tutup aurat tetap buat yang gak baik.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi

Khayrunnisa' Ash-shalihah 29 Agustus 2016, seperti dituturkan ukhti asyifah fatimah ❤