♥●•٠·˙ Khayrunnisa' Ash-shalihah ˙·٠•●♥...

,,,^_^,,, Selamat menikmati ,,,^_^,,,

Tampilkan postingan dengan label Parents. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parents. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Duhai Ayah. . .

Bismillah

Duhai ayah, apa kabar ayah disana ? Semoga selalu dalam lindungan Alloh, selalu dalam kasih sayang dan cintaNya

Duhai ayah, hari berganti begitu cepat setiap harinya tanpa kita sadar aku sekarang sudah 21 tahun, ayah juga sudah semakin tua

Ayah, pertemuanku dengan Hidayah Alloh adalah hal terindah dalam hidupku

Aku berkerudung . . .mulai dari selengan dan nerawang ditambah celana jins, lalu lanjut tanpa nerawang lalu ke pergelangan tangan, lebih panjang lagi hingga sekarang sudah mulai sebetis. .  doakan anakmu ini istiqomah

Mulai dari warna-warna ngjreng, warna-warna berjalan hingga sekarang aku mencintai hitam dan warna gelap lainnya

Bahkan aku sudah memikirkan untuk mulai bercadar di 21 tahun usiaku

Duhai ayah. .  terimakasih atas perhatian ayah, tidak menolak proses hijrahku, tidak memperberatkan aku mencintai Sunnah, tidak mengejek kerudungku

Setidaknya aku beruntung karena banyak akhwat lain diluar sana yang sangat susah menegakkan syari'at Alloh dalam hal berpakaian tapi aku begitu mudah dan gampangnya . .

Duhai ayah . . semua yang kulakukan sekarang, aku mencintai Alloh, aku hijrah, aku berkerudung besar ini juga adalah saranaku dalam membantu ayah di akhirat hingga sampai letak ketaatanku nanti akan berpindah, kelak bahwa aku mau ingin membuktikan di hadapan Alloh bahwa aku punya seorang ayah yang bisa mendidik anak perempuannya yang menegakkan syari'at Alloh

Aku ingin keshalihan ini bisa membantu ayah dan mama di keabadian nantinya.

Aku selalu bilang ke adek bahwa "jika kita tidak bisa bahagian ayah di dunia, maka kita bisa bahagian ayah di akhirat " dengan cara apa ? Yaah dengan cara menjadi perempuan shalihah yang syar'i, yang mengikuti Sunnah RasulNya

Duhai ayah, tak lelah bibir ini berucap, tak lelah hati ini meminta kepada Sang Maha Segalanya agar hidayah ini juga sampai ke ayah, agar ayah merasakan indahnya kita hidup di manhaj ini

Duhai ayah, aku percaya bahwa suatu saat semua akan berubah, lebih lebih baik lagi

Aku mencintaimu tanpa batas  ayah !!

Khayrunnisa' ash-shalihah 30 Oktober 2014

Selasa, 22 April 2014

Tentang Ayah

Bismillah

Bingung mau mulai dari mana dulu

2 hari yang lalu aku ketemu sama temen ayah, pertemuannya ga disengaja. Beliau namanya omm ardi, teman ayah sewaktu kami tinggal di rumah nenek (ibu dari ayah) tepatnya di pematang setrak matapao sebelum tebing tinggi dan waktu itu aku masih kecil, belum sekolah malah makanya aku gag ingat apa-apa. Beliau tau aku dimedan juga dari ayahku dan tau alamatku juga dari ayah.

Jadi om itu datang kekontrakan ku dimedan.
Aku bingung dongg yah soalnya asli aku sama sekali enggak ingatt sama beliau ! Maaf yah ommmm tapi setelah pertemuan itu janji deh aku bakal main kerumah omm kalo ada waktu :D

Seperti biasa palingan omm itu tanya uda semester berapa, jurusan apa, uda lama belom ngontrak disini yaa basa basi lahh

"Ayah kamu itu sangat bangga sama kamu dek" tiba-tiba kata nya
Aku ga bisa bilang apa-apa, aku hanua tersenyum sambil mengiyakan perkataannya.

"Ayahmu itu selalu usahain biar kamu jadi 'orang' karena ayahmu lihat semangat yang ada didirimu" katanya lagi

Aku bingung harus ngomong apa

"Intinya kamu disini baik-baik, yang bemer kalau kuliah, jangan kecewain ayah yang udah susah payah dan usaha buat kamu disini dek, jangan lupa doakan ayah juga disana, bapak pun dek akan ikut jejak ayah mu. Luarbiasa semangat ayahmu buat nyekolahkan kalian, bapak pun nanti kalau anak bapak semangatnya kayak mu bapak akan usahakan" cetusnya yang buat aku hanya mampu tertunduk.

Sekitar satu jam kami ngobrol diteras kontrakan dan om ardi pamit pulang.

Seketika nya om ardi pulang aku terus telepon ayah ketika diangkat dan itu suara ayah aku cuma bilang "kakak sayang ayah" tut tut tut telepon pun mati karena mahal tau beda operator wkwkwkwkwkwk

***
Rasanya kalo bicara tentang ayah memang gag ada habisnya

Bayangkan saja dibuku diary yang bersampul doraemon pun begitu banyak kisah tentang ayah ! Aku rindu ayah, aku sayang ayah, aku kangen ayah sampe aku marah sama ayah, aku benci sama ayah juga ada !

Bahkan Murabbiahku ketika tanya sama riri kenapa aku tidak tarbiyah riri jawab "nisa pulang kampung karena kangen sama ayahnya mii" terus ummi bilang "kenapa tidak ibu nya yang duluan dirindukan " hehehe aku juga sayang mamak kok :*

Terus ummi kan dirumahnya ada butik kecil-kecilan gitu nah ada banyak baju kokoh terus ummi bilang "ayoo yang sayang ayah dibelilah baju ummi" xixixixi

Ayah itu bener-bener sosok yang luarbiasa buat kami khususnya aku pribadi

Apaaa sii yang aku minta ga dikasih sama ayah ? Semua dikasih ayah asal bisa nyebutin manfaatnya buat diri kita hahahaha -,-

Aku semakin sayang dan rindu sama ayah kalo liat ayah sedang tidur, wajahnya begitu Teduh dan ikhlas :') ayah kakak rinduu sekalii

Benar kata orang "bahwa seorang ayah bukanlah orang yang mampu menunjukkan rasa sayangnya" dan itu benar ada pada diri ayahku

Ayah ga pernah bilang "kak, ayah sayang sama kakak dan adek" gag pernah ! Tapi cara ayah memperlakukan kami ya Allah mungkin aku ga bisa balas :'(

Ayah selalu sibuk kalau misalnya kami sakit tengah malam misalnya batuk atau tiba-tiba demam. Ayah langsung banguni mamak untuk nyuruh ngerawat kami "bantu itu si kakak demam itu kayaknya" atau ketika waktu aku pulang beberapa minggu yang lalu aku masuk angin jadi muntah tengah malam. Ayah langsung terbangun dan ngambili minyak gosok "kak, kenapa ? Ini digosok pake ini" sedang mamak masih terlelap hahahaha.

Ayah ku juga bukan orang yang 'gila materi'. Ayah beri kami kebebasan dengan siapa kami harus bergaul tapi ayah selalu pantau kami dengan cara memberikan nasihat atau kata-kata penyemangat dan terbukti aku dan adikku tumbuh menjadi gadis yang dekat dengan keluarga karena keterbukaan ayah itu. Makanya aku selalu heran kalau ada seorang anak yang bilang kalau dia ga dekat dengan orang tuanya apalagi dengan ayahnya, rasanya semua alasan-alasan itu sulit ku terima karena baik aku dan adikku kami dekat dengan ayah !

Terbukti, sekarang kami berdua kan ada dimedan, setiap kami pulang kampung ayah siapin waktu seharian dirumah cuma buat dengeri cerita kami dimedan ini dan dengan gamblang kami cerita. Bahkan ayah tahu siapa-siapa saja teman dekatku dari aku SD sampe kuliah ini begitu juga dengan teman cowok yang dulu suka datang kerumah, ayah juga tahu dan selalu welcome aja sama siapa saja yang datang yang penting sopan dan harus dirumah ga boleh ketemu diluar kata ayah cowok yang ngajak ketemu diluar enggak tanggung jawab !

Kalau orang bilang "orang batak itu kalau kita mau nikah sama anaknya pasti mahal apalagi kalau anaknya ada titelnya"
Tidak berlaku untuk ayahku ! Ayah selalu bilang "yang penting tangung jawab dan harus sabar sampe kakak tamat kuliah dulu" ahh ayahh makin cinta deh :*

Sedikit kisah tentang ayah ku
Nantikan hebatnya ayah ku selanjutnya :)

Khayrunnisa' ash-shalihah 02 Juni 2014

Kamis, 10 April 2014

Tentang Ayah

Bismillah

Rasanya semua kata yang indah sudah aku utarakan untuk ayah tapi tetap saja pesona ayah tidak pernah mampu aku ukir hanya dengan sekedar kata

Aku selalu bersyukur memiliki sosok ini, sosok yang hingga detik ini tidak pudar kewibawaannya dimata kami sekeluarga bahkan makin bertambah

Ayah, ku tau usiamu tidak muda lagi, sekarang uda berapa yah ? Gag mungkinlah kakak lupa hehe walau tak pernah terucap 'selamat ulang tahun ayah' dari bibir ku tapi aku selalu ingat ayah sekarang berusia 44 Tahun ditahun ini

Angka yang sudah gag muda lagi hiks

Kemaren baru nyampe rumah jam 20.00 WIB ayah udah nunggu didalam rumah dengan mamak dan jagoan kecil kami

Aku yang biasanya selalu heboh kalau pulang kampung, setiap sampe di daerah mana langsung telpon atau sms minta jemput tapi semalam itu aku belajar mandiri, jadilah aku sampe rumah dengan jalan kaki dari simpang kerumah tidak berapa jauh tapi aku selalu minta jemput

"Loh kak kok gag minta jemput? Ayah dah siap siap ni ma avdil" celetuk ayah yang kaget aku udah sampe rumah
"Ahh kalau cuma dari simpang kerumah aja gampil itu yah" jawabku singkat
"Kenapa gag sadar dari dulu kak ? Udah 3tahun loh baru sadar kalo simpang kerumah itu dekat" jawab ayah
"Hehehe dulu itu kakak capek jalan"

Kita lagi santai-santai sambil aku makan malam tiba-tiba keponakan mamak (aku manggilnya abang)datang bertamu

Cerita bla bla bla lah dirumah sampe malam

Ayah nasehati abang karena abang ada rencana mau kerjasama melihara ikan sama kawannya

Ayah bilang "yang terpenting jujur hat (nama abang itu sehat) kadang kita ngerasa ah ngapain capek-capek aku yang kerja tapi hasil dibagi 2 dia tinggal enaknya ngasih modal aku yang kerja dipanas-panasan, padahal darimana kita dapat uang kalo sipemodal gak ngasih uang itu dulu kan, berapapun dapat kita yah udah itu lah rezeki kita sesuai kesepakatan" terang ayah panjang lebar

Mendengar ucapan ayah barusan, aku merasa bangga. Itu adalah nasihat yang selalu ayah tanamkan ke anak-anaknya. Ketika aku memutuskan untuk kuliah kemedan ayah juga pesen kayak gitu "yang jujur jadi orang yah kak"
Begitupun ketika adik keduaku memutuskan untuk kemedan ayah juga berpesan "yang jujur yah dek di kota orang, apapun yang bukan barang kita, jangan pernah disentuh yah dek"

Ayah, aku kagum sekali pada ayah :')

Aku selalu belajar kejujuran dari ayah dan belajar keikhlasan dari mamak

Aku selalu bersyukur memiliki mereka dihidupku

Terimakasih ya Allah :*

Rabu, 04 Mei 2011

Maaf kan Aku Ibu

Maaf  Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan Laptop dan Televisi dikamarku

Tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku

Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku

Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..

Jumat, 04 Maret 2011

Maaf kan Aku Ibu

Maaf  Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan Laptop dan Televisi dikamarku

Tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku

Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku

Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..


Kamis, 03 Februari 2011

~~** CINTA INDAH Sang MAMA (T_T) **~~

Bismillahirrohmanirrohim.......

Assalamu'alaikum......^^


Kangen mama,,, ^_^


WAJAH wanita tua itu seperti tersaput mendung.
Matanya terlihat berkaca-kaca. Bibirnya terkatup rapat.
Hatinya gundah, jiwanya berduka. Sosok perkasa pendamping hidupnya sedang tergolek lemah di pembaringan cinta mereka. Sang penyeimbang jiwa itu terkulai lemas di peraduan asmara mereka. Lelaki tua yang masih terlihat gagah itu sudah lebih dari dua pekan tak mampu mengayuh biduk rumah tangganya. Ia tak kuasa menghindar dari penyakit malaria yang datang mendera.

Melihat sang tambatan hati sudah terlelap, perempuan setia itu beranjak pergi mencari buah hatinya. Saat ananda tercinta berada di hadapannya, wanita separo baya itu berkata, ”Nak, apakah kamu mempunyai kelebihan uang?” Sang putra menjawab, ”Punya, Ma.” Sang bunda terlihat tersenyum lega. ”Bolehkah mama pinjam uangmu, Nak?” tanya sang mama penuh harap. ”Ya pasti boleh dong, Ma. Mama perlu berapa?” tanya sang buah hati. Mendengar jawaban ananda, mata sang bunda terlihat berbinar-binar. Wajah teduhnya terlihat berseri-seri saat menjawab, ”Mama hanya perlu sembilan ratus ribu rupiah kok, Nak.”

Setelah menerima uang dari buah hatinya, wanita tua yang masih terlihat cantik itu masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian ia kembali memanggil sang buah hati. ”Ada apa lagi, Ma?” tanya sang anak. Setelah menghela nafas panjang, sang mama menjawab, ”Anakku, seperti engkau ketahui, papamu sudah lebih dari dua pekan tergolek sakit sehingga ia tidak bisa mencari nafkah. Sudah saatnya kamu mengetahui bahwa selain mama, kamu mempunyai tiga ibu lagi.” Sang anakpun kaget, terperanjat, dan tertegun. Jiwanya tak menyangka sang mama akan berkata seperti itu.

Belum lagi pulih dari rasa kagetnya, sang mama kembali berkata, ”Karena papamu sakit, maka ia tidak dapat memberi nafkah kepada ibu-ibumu itu. Kasihan papamu, nak. Ia tidak dapat memenuhi kewajibannya. Karena itu mama minta kamu mau mengantarkan tiga amplop ini untuk ketiga ibumu itu. Kalau kamu sudah bertemu dengan mereka, sampaikan salam dari mama dan cium telapak tangan mereka seperti engkau mencium telapak tangan mama.”

Rasa sedih, kecewa, kesal, dan marah bercampur aduk dalam hati anak laki-laki itu. Sejatinya berat bagi dirinya untuk memenuhi permintaan ’aneh’ sang mama itu. Namun, ia tak kuasa melihat mata teduh milik sang mama yang menatap dirinya dengan penuh harap. Dengan berat hati lelaki muda itupun beranjak pergi. Saat berada dalam perjalanan hatinya masih galau, jiwanya masih berduka. Untuk menenangkan hati dan menghibur jiwanya, sang buah hati membuka ketiga amplop titipan mamanya. Alangkah terkejutnya sang anak begitu mengetahui bahwa ketiga amplop itu masing-masing berisi uang tiga ratus ribu.

”Ya Allah, ternyata uang sembilan ratus ribu yang dipinjam mama dariku tadi dibagi rata untuk ketiga madunya,” gumam sang buah cinta dalam hati.
Iapun menarik nafas dalam-dalam. Sejurus kemudian matanya terasa pedih karena menahan air mata agar tidak jatuh membasahi pipi. Terbayang olehnya tubuh renta sang mama yang sedang berjualan gorengan untuk membantu belahan jiwanya yang hanya penjual parfum keliling. Terbayang pula olehnya jemari ibunda yang sudah berkeriput memijat pundak sang suami sepulang berjualan parfum. Anak laki-laki itupun teringat mamanya yang sampai duduk tertidur di sebelah suaminya yang sedang tergolek sakit.

Lelaki muda itu bersyukur karena telah dianugerahiNya seorang mama semulia itu. Pemuda itu berharap agar kelak Allah SWT berkenan memilihkan untuknya seorang wanita yang seindah mamanya. Rasa bangga, kagum, dan hormat kepada sang bunda memenuhi
rongga-rongga jiwanya. Laki-laki muda itu semakin bersemangat menunaikan amanah sang mama untuk mengirimkan amplop-amplop bagi ketiga madu sang bunda. Namun, ia tidak akan mencium telapak tangan ketiga wanita itu karena ia tidak yakin bahwa wanita-wanita itu sama indahnya dengan sang mama.



** Puisi Untuk Mama **

Mama......

Aku ingin mempersembahkan sebuah puisi untukmu

Puisi cinta yang dulu sering kau terima dari papa

Tapi, kata-kataku tak seindah punya papa

Aku juga tak seromantis papa

Namun, kuingin mempersembahkan puisi ini untukmu mama

Aku tak tahu kata-kata apa yang harus kupilih untuk memulai

Bagaimana diksi yang pantas, aku pun bingung

Aku ingin mengumpamakanmu dengan berbagai majas yang dulu kerap papa utarakan padamu

Aku tidak bisa

Dan aku ingin mencoba

Mama.....

Kau bagaikan matahari

Yang selalu menerangi setiap ruang gelapku

Kau tetap tersenyum walaupun hujan mengaburkanmu

Walaupun malam menenggelamkanmu

Kau tetap menerangi hari-hariku

Karena engkau adalah matahariku

Mama......

Kau menjadi inspirasi bagiku untuk terus bangkit

Kau menjadi pompa semangatku

Dan kau adalah hidupku

Aku tak tahu mama

Apa yang akan terjadi padaku

Jika Tuhan memisahkan kita

Mama......

Aku ingin selalu bersamamu

Mendengar suaramu sepanjang waktu

Melihat senyum yang selalu terukir dari bibirmu

Aku buy cheap generic acomplia sangat bersyukur pada Allah

Karena Dia telah melahirkanku dari rahimmu

Karena Dia telah menganugrahiku seorang mama sepertimu

Mama.....

Satu hal yang harus kau tahu

AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU

"Copas dari Liza Fathia "